PM Malaysia Mundur, Dunia Ikut Bertanya

24

Pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad membuat banyak orang bingung. Bahkan banyak media asing yang ikut meliput kejadian ini dan menjadi berita hangat di dunia. Pengunduran Mahathir Mohamad memang sangat mengagetkan, apalagi ia menyatakan pengunduran diri di saat situasi politik di Malaysia sedang bergejolak.

Perdana Menteri yang dikenal sebagai sosok yang baik dan bijaksana oleh banyak orang ini ternyata telah memikirkan keputusan tersebut dengan sangat matang sebelum mengumumkannya. Raja Malaysia, Yang DiPertuan Agung Abdullah yang menerima surat pengunduran diri pada hari Senin, 24 Pebruari 2020 kemarin juga sangat tidak menyangka hal tersebut.

Mahathir Mohamad memang tidak memberikan jawaban pasti terkait pengunduran dirinya. Namun banyak pihak yang menduga bahwa ia mengundurkan diri terkait dengan perseteruannya dengan Anwar Ibrahim, wakil perdana menteri sebelumnya.

Meskipun sebelumnya keduanya pernah bersatu dalam pemilihan umum 2018 untuk menggulingkan Najib Rajak, PM Malaysia saat itu. Namun ternyata hingga kini keduanya masih belum merasakan kecocokan sama sekali.

Mahathir Mohamad sendiri sebenarnya sudah berkali-kali memberikan sinyal bahwa ia akan mengundurkan diri. Ia mengatakan bahwa suatu hari ia akan menyerahkan jabatannya pada Anwar Ibrahim.

Pernyataannya tersebut pun membuat Aliansi Pakatan Harapan terpecah menjadi dua. Sebagian mendesaknya agar segera mengundurkan diri, namun sebagian lagi memintanya untuk tidak terlalu mempermasalahkan masalah tersebut.

Meskipun terlihat mengalah pada situasi, namun beberapa pihak justru mengatakan bahwa langkah yang diambil Mahathir merupakan salah satu strategi untuk terus memegang kekuasaan. Situasi perekonomian dan politik di Malaysia yang saat ini sedang sulit tentu akan menjadi tugas berat bagi Anwar Ibrahim.

Ditambah lagi dengan banyaknya partai yang mundur dari koalisi Pakatan Harapan. Salah satunya adalah Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM).

Partai yang memiliki 26 kursi tersebut tentu akan membuat pemerintah kekurangan dukungan dari parlemen, sedangkan undang-undang mengatur bahwa pemerintah harus mendapatkan dukungan dari 112 anggota parlemen agar pemerintahan berjalan dengan baik.

Sebelumnya, perseteruan dengan Anwar dimulai ketika Anwar dicopot dari jabatannya oleh Mahathir akibat kasus korupsi dan pelecehan seksual. Ia bahkan sempat dipenjara karena kasus tersebut. Namun Raja Malaysia ketika itu membebaskan Anwar karena Pakatan Harapan menang.

Namun, Anwar Ibrahim membantah isu tentang perseteruannya dengan Mahathir Mohamad. Ia mengatakan bahwa hubungannya dengan Mahathir baik-baik saja, bahkan ia telah menemui Mahathir setelah surat pengunduran diri tersebut dikirimkan.