Pidato Prabowo Tentang Gojek Jadi Viral, Padahal Ini Maksud Sebenarnya

100

Kampanye politik di Indonesia ditentukan oleh program yang ditawarkan oleh ke dua pasangan capres. Setiap pidato, pasangan capres menjadi perhatian rakyat dan juga menjadikan perhatian tim sukses masing-masing pasangan. Bahkan pidato lawan politik yang salah bicara atau bercanda dijadikan bahan untuk menggerakan massa berdemo,  menentang pidato pasangan capres.

Pidato capres Prabowo Subianto dijadikan serangan oleh lawan politik untuk melemahkan dukungan rakyat pada Prabowo-Sandi, serangan dari kubu tim sukses Jokowi-Ma’ruf yang mengatakan capres Prabowo menghina tukang ojek online.

“Jangan rendahkan tukang ojek! Itu kita lihat ojek online, sekarang penghasilan tukang ojek juga semakin baik,” ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, yaitu Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Rabu (21/11/2018).

Serangan tim sukses kubu Jokowi Ma’ruf, mereka tidak menyadari justru serangan tersebut malah menunjukan kelemahan pemerintahan Jokowi. Karena pidato capres Prabowo sebenarnya prihatin banyaknya anak-anak muda lulusan sekolah SMA dan sarjana S1 tidak mendapat pekerjaan sesuai dengan pendidikan mereka. Bukan masalah penghasilan yang lebih besar, kalau mau penghasilan besar seperti anak Jokowi berjualan martabak saja sudah bisa menjadi orang kaya.

Tetapi apa guna orangtua menyekolahkan anaknya dengan pendidikan tertinggi sampai SMA dan sarjana kalau untuk berjualan saja atau untuk kerja tukang ojek saja? Setiap anak muda pasti punya cita-cita ingin menjadi tokoh terkenal dan terhormat.

Anak muda yang setelah menyelesaikan pendidikan sekolah tinggi pasti ingin bekerja di perusahaan swasta atau di instansi pemerintahan, ingin medapatkan jabatan dan kedudukan yang terhormat di perusahaan. Itulah keprihatinan capres Prabowo pada nasib rakyat Indonesia yang tidak mendapatkan pekerjaan sesuai pendidikannya.

Dalam pidatonya capres Prabowo Subianto mengatakan, “Yang paling di sebelah kanan adalah topi SD, setelah ia lulus, ia pergi ke SMP, setelah ia lulus, ia pergi ke SMA, dan setelah lulus dari SMA, ia menjadi pengemudi ojek. Sedih, tetapi ini kenyataan.” kata Prabowo di Shangri-la Hotel, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

“Ini adalah gairah saya, ini adalah dorongan batin saya, saya tidak merasa bahagia. Saya ingin pemuda Indonesia untuk menjadi pengusaha, insinyur, pilot. Juga memiliki restoran sendiri dan tidak menjadi pelayan di restoran, juga memiliki kafe sendiri, juga perusahaan sendiri, juga memiliki pertanian, dan tidak hanya menjadi kuli, itulah yang mendorong saya,” paparnya.

Pidato capres Prabowo menginginkan anak-anak muda mendapat karier pekerjaan yang bagus. Semua orang tua di Indonesia pasti menghendaki anaknya bekerja di perusahaan swasta atau bekerja di instansi pemerintahan menjadi pegawai negeri (PNS). Karena di zaman pemerintahan presiden Jokowi, saat sekarang ini lapangan pekerjaan berkurang untuk rakyat Indonesia. Tetapi untuk buruh asing dari China ada lowongan pekerjaan, itulah banyak berdatangan pekerja China ke Indonesia dengan gaji 15 juta per bulan. Sedangkan rakyat Indonesia banyak pengangguran.

Akibat banyaknya pengangguran berdampak adanya perbuatan kriminal, sebagian anak-anak pergaulannya menjadi begal motor, ada yang membuat minuman oplosan, itu karena mereka  tidak mendapat pekerjaan, sehingga dalam pergaulannya anak-anak muda  terbawa arus pergaulan bebas melakukan perbuatan yang tidak baik.

Prabowo Subianto sangat prihatin melihat nasib bangsa Indonesia, karena di negeri yang kaya raya hasil buminya ternyata banyak pengangguran dan kemiskinan. Rasa kebangsaan yang tinggi memenuhi panggilan negara, Prabowo Subianto seorang jenderal purnawirawan rela berkorban harta jiwa dan raga, demi untuk memperjuangkan perubahan nasib bangsa Indonesia kearah perbaikan. Walaupun sudah kalah berulang kali, Prabowo tetap mencalonkan diri kembali menjadi pemimpin bangsa.

Itulah tujuan anak-anak muda berpendidikan tinggi agar mempunyai ilmu untuk mengelola kekayaan alam kita Indonesia, sesuai ilmu yang mereka dapatkan di sekolah. Pidato Capres Prabowo Subianto bukan bermaksud menghina tukang ojek online, itu adalah suara hati seorang tokoh bangsa yang prihatin melihat keadaan anak-anak muda lulusan sekolah tidak mendapat lowongan pekerjaan di perusahaan dan di instansi pemerintahan.

Kalau hanya bekerja sebagai tukang ojek online bisa saja, hanya dengan modal kendaraan dan SIM, walaupun tanpa pendidikan tinggi dengan mudah bisa mendaftar menjadi tukang ojek online. Sebagai orangtua pasti mengharapkan anak-anaknya menjadi orang yang punya jabatan di perusahaan atau di pemerintahan.

Kampanye pilpres adalah ajang adu argumentasi dan fakta di lapangan kenyataan yang dilihat. Banyaknya pengangguran dan kemiskinan, tidak bisa fakta dan kenyataan ditutupi karena terbukti daya beli masyarakat berkurang karena banyaknya pengangguran dan kemiskinan, sedangkan lapangan pekerjaan tidak ada.

Harapan kita mempunyai pemimpin bangsa 2019 tokoh yang mampu mengelola kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat Indonesia, agar tidak ada lagi impor beras dan impor minyak, pemuda Indonesia, buruh, tani, nelayan dan tokoh-tokoh bangsa bersama para pengusaha harus mampu mengelola kekayaan alam Indonesia, membuka lapangan pekerjaan rakyat hidup sejahtera.

Janganlah kita menjadi penonton saja melihat perusahaan Amerika Freeport dan Newmont mereka dengan mudah menambang emas. Kenapa perusahaan BUMN tidak melakukan hal yang sama peda negara kita sendiri? Masih banyak lokasi yang bisa dilakukan menambang emas di Jawa dan dan di luar Jawa.

Rakyat indonesia bisa mendulang emas hanya dengan alat tradisional untuk mendapatkan biji-biji emas di lumpur dan air pegunungan dan di bukit yang mereka gali, kenapa pemerintah kita tidak menggunakan alat modern untuk menambang emas? seharusnya perusahaan BUMN bisa menambang emas kekayaan alam kita.

Dalam pelaksanaan kampanye pilpres rakyat harus waspada jangan sampai diadu domba oleh lawan politik, jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.