Persija Juara Kembali Setelah Penantian Panjang 17 Tahun

26

Halo Sahabat Neptunus, kali ini doripos ingin membahas salah satu club sepak bola Indonesia yang  kemarin resmi menjadi juara dan akhirnya Liga Indonesia untuk tahun ini selesai, setelah 34 pekan berlangsung  Club Persija Jakarta memastikan diri menjadi juara liga 1 dengan perolehan poin 62 setelah menyelesaikan laga pamungkas dengan Mitra Kukar kemarin malam (9 Desember 2018) skor 2 – 1 mampu menghantar Persija ke predikat juara.

Dua Gol tercipta dari kaki Marko Simic sukses menjebol gawang Mitra Kukar. Pertandingan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan. Kemenangan di liga tahun 2018 adalah penantian panjang club berjuluk macan kemayoran 17 tahun lamanya semenjak menjuarai liga tahun 2001 silam.

Pertandingan semalam juga berhasil mencetak rekor dengan penonton terbanyak 68,873 jiwa. The Jackmania sebagai suporter dari Persija memadati stadion GUBK tidak henti – hentinya bernyanyi memberi semangat tim kesayangannya. Sepertinya perlu menilik sedikit pada sejarah awal  mula terbentuknya Persija tepatnya tanggal 28 November 1928 satu bulan selepas Sumpah Pemuda sebagai VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra) masa Kolonial Belanda kemudian, setelah kembalinya Republik Indonesia dalam bentuk negara kesatuan VIJ berganti menjadi Persija (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) hingga saat ini. Selama bernama VIJ kurang lebih ada 4 gelar juara yang diraih tepatnya tahun 1932, 1933, 1934, 1938 Juara Perserikatan. Nyatanya Persija adalah Tim yang tidak bisa diragukan dari dulu sudah banyak juara yang didapat.

Krisis Keungan

Penantian panjang yang berat sebelum gelar juara diraih kembali dimulai dari Krisis keuangan yang dialami Persija tentunya berimbas pada gaji pemain menunggak berbulan – bulan dan prestasi menurun. Kejadian tersebut terjadi musim 2011/2012 berlanjut 2012/2013. Berdampak juga kepada pemain yang enggan bermain sebelum tunggakan gaji dibayarkan. Bahkan situasi tersebut membuat pemain senior Bepe (Bambang Pamungkas) melayangkan gugatan kepada manajemen Persija 2013 silam ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan hingga membuat Bepe memilih hengkang dari Persija beralih ke Pelita Bandung Raya Desember 2013.

Tidak Memiliki Stadion

Ternyata tidak berhenti disana, permasalahan lain seperti tidak memiliki stadion sebagai tempat bermain juga pernah dirasakan oleh Tim Persija. Tahun 1997 Persija menggunakan Stadion Lebak Bulus sebagai tempat saksi juara Persija tahun 2001 namun, tahun 2008 Persija tidak diizinkan menggunakan stadion tersebut sebab berbagai faktor dan tepat tahun 2015 stadion lebak Bulus dibongkar karena akan dibangun jalur MRT Jakarta disana. Setelah kejadian tersebut Persija secara Berkala menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno itupun tidak semulus yang diperkiran sebab, status GUBK sebagai stadion Nasional yang sering dipergunakan untuk acara – acara negara seperti konser musik dan kampanye. 

Ditambah lagi dengan kejadian – kejadian ketika persija tanding di GUBK adanya kematian suporter persib Rangga Cipta Nugraha tahun 2012 hingga insiden selanjutnya kematian seorang polisi 2016 silam. Setelah rentetan kejadian tersebut, pastilah Persija kesulitan mendapat izin untuk menyelenggakan pertandingan di GUBK. Berpindah – pindah stadion adalah jalan keluar saat itu melihat tidak adanya stadion terdekat di Jakarta.

Bermain di Manahan Solo, Mandala Krida Yogyakarta, Maguwoharjo Sleman hingga ke Bangkalan Madura demi menjamu Tim Lawan dilakukan oleh manajemen Persija. Seiring berjalannya waktu Persija mendapatkan stadion sebagai tempat bermain dan menjamu Tim Lawan yakni Stadion Patriot Bekasi.

Juara Liga 2018

Setelah Beberapa kejadian tersebut, mulailah tahun 2017 Persija berhasil bangkit kembali dengan menduduki posisi 4 di Liga Gojek Traveloka dan akhirnya tahun 2018 ini Persija berhasil mengulang kejayaannya menjadi juara Liga 1 dan sebelumnya juara Piala Presiden. Sekali lagi Doripos mengucapkan selamat untuk Persija atas juaranya!