Persaingan Gojek dan Grab Untuk Menjadi Superapp

19

Baik Gojek maupun Grab, keduanya adalah aplikasi yang sudah sangat dekat dan digunakan banyak orang. Bahkan hampir setiap hari kita menggunakan aplikasi ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keduanya memang bersaing sangat ketat dalam menjadi superapp di Indonesia. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing dalam mencapai gelar superapp.

Chief Commercial Expansion Gojek, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan bahwa Gojek memiliki tiga konsep utama dalam mengembangkan bisnisnya, yakni aplikasi untuk konsumsi yang mampu menawarkan kebutuhan sehari-hari, aplikasi untuk bisnis yang menyediakan data dan keperluan bisnis lainnya, serta aplikasi untuk meningkatkan pendapatan mitra.

Catherine menjelaskan bahwa Gojek tidak berniat untuk memperlebar konsep tersebut, namun akan lebih mendalami konsep yang ada agar kepuasan pelanggan semakin meningkat dan pelayanan dapat menjadi lebih baik. Gojek yang telah memiliki 21 layanan dalam aplikasinya menjadi kontributor yang cukup besar dalam meningkatkan PDB Indonesia.

Salah satu layanan yang banyak diminati adalah Go-Food yang memiliki jumlah orderan hingga 30 juta per bulan di Asia Tenggara selama tahun 2018 lalu dan akan terus meningkat. Separuh transaksi dari Go-Food sendiri dilakukan melalui Go-Pay. Bahkan mitra Go-Food yang berasal dari usaha kecil telah mencapai 400 mitra.

Berbeda dengan Gojek, Grab justru berusaha untuk terus memperlebar layanan yang diberikan dengan melakukan mitra atau kerjasama. CEO Grab, Anthony Tan mengatakan bahwa kini Grab sedang mencari investasi senilai 28 triliun rupiah untuk menjadikan Grab sebagai superapp.

Kini Grab telah berkolaborai dengan Hooq, setelah sebelumnya berhasil berkolaborasi dengan OVO. Grab kini mempunyai layanan streaming video sendiri yang akan semakin memanjakan para penggunanya. Tak sampai disitu saja, Grab juga menggandeng Booking Holdings untuk layanan pemesanan hotel dan Ping An Good Doctor, startup dalam bidang kesehatan yang berasal dari Tiongkok.

Menurut Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, kontribusi Grab dalam meningkatkan perekonomian sangat besar. Terhitung, mitra Grab mampu menyumbang 48,9 triliun rupiah pada PDB Indonesia.

Meskipun keduanya bersaing sangat ketat, namun keduanya juga telah berhasil meningkatkan perekonomian di Indonesia dengan membantu banyak UKM dan usaha mikro lainnya dalam meningkatkan pendapatan mereka.