Permintaan Tim Advokasi Novel Baswedan Pada Polisi

23

Jakarta 28 Desember 2019 sebanyak 2 orang tersangka hari ini Sabtu, 28 Desember 2019 dilakukan pemindahan sekitar jam 14.26 WIB ke Bareskrim Polri dari Polda Metro Jaya. Dua orang tersebut memiliki inisial nama RM dan RB melewati kerumunan wartawan usai keluar dari Direktorat Kriminal Umum.

Awalnya kedua orang ini tak berkata apa-apa. Namun, secara tiba-tiba salah satu diantara mereka melontarkan ucapan dengan intensitas suara tinggi. Tersangka berinisial RB saat memasuki mobil mengucapkan dengan setengah berteriak bahwa dia tidak suka dengan Novel Baswedan sebab Novel adalah seorang pengkhianat. Sebanyak 5 mobil mengiringi kedua tersangka ke Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya, pihak kepolisian sudah mengumumkan bahwa dua orang tersangka penyerangan air keras ke Novel Baswedan sudah ditangkap. Kedua tersangka bernama RB dan RM  tersebut ialah polisi yang aktif.

Argo Yuwono sebagai Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri menyebutkan kedua tersangka setelah ditangkap langsung dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Kemarin kedua orang ini ditetapkan sebagai tersangka dan selanjutnya harus menjalani pemeriksaan secara intensif. Menurut Novel, ada keanehan dalam kejadian ditangkapnya kedua tersangka tersebut.

Novel mengungkapkan bahwa seharusnya dia mendukung usaha polri dalam menangkap kedua tersangka ini. Namun suatu hal yang keterlaluan jika dikatakan bahwa serangan dilakukan sebab adanya dendam pribadi ataupun terkait dengan hal  lain. Novel juga mempertanyakan hal ini sesuatu yang aneh dan lucu.

Selanjutnya tim advokasi Novel Baswedan meminta agar polisi dapat mengungkap motif tersembunyi dari pelaku yang secara tiba-tiba menyerahkan diri ke polisi. Selain itu, pihak kepolisian juga perlu memastikan bahwa kedua tersangka yang saat ini sudah ditangkap adalah pelaku yang sebenarnya,  bukan niat menyerahkan diri dengan menyembunyikan pelaku yang sebenarnya.

Kejadian serangan air keras yang dialami Novel Baswedan berlangsung di tahun 2017. Saat itu Novel akan pulang ke rumah setelah melaksanakan salat Subuh di sebuah masjid yang dekat dengan rumahnya, berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.

Sejak saat itu, pihak kepolisian  sudah melakukan penyelidikan sampai saat ini dengan jangka waktu yang sangat lama. Bahkan polisi pun membentuk tim gabungan untuk mengungkap fakta terkait kasus Novel Baswedan. Tim tersebut terdiri atas tokoh masyarakat, anggota Polri dan elemen dari aktivis. Namun tim ini gagal mengungkapkan fakta sebenarnya sehingga dibentuk tim teknis.