Perkembangan Bahasa Indonesia dari Dulu Hingga Sekarang

9

Tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan teknologi mampu mengubah tatanan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Hal tersebut dilandasi oleh munculnya kode-kode maupun istilah yang diakibatkan dari timbulnya penyimpangan sosial dalam bermedia. Contohnya saja penggunaan kata-kata yang hadir dalam singkatan, plesetan, bahkan berbau bullying. Tentu saja hal tersebut mempengaruhi kaidah bahasa Indonesia dulunya dengan bahasa Indonesia saat ini. Hal demikian diperkuat oleh pembaharuan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) menjadi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Beberapa perjalanan bahasa tersebut dirangkum dalam ulasan berikut ini.

Mengenal Seluk Beluk Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia memiliki akar bahasa yang berasal dari bahasa Melayu. Pemenangan bahasa Melayu tersebut disebabkan oleh nilai bahasa melayu dianggap sebagai bahasa yang sangat fleksibel kala itu. Lebih lagi, Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia sebagai mana tertuang dalam sumpah pemuda yang dicetuskan pada tahun 1928. Dalam ragam bahasa Indonesia telah ditemukan sejumlah ejaan yang berkembang dari tahun ke tahun hingga saat ini, perubahan bahasa, dan kosakata baru yang hadir dikarenakan perkembangan zaman.

Macam-macam Ejaan Bahasa Indonesia

Sebelum memasuki periode bahasa Indonesia seperti saat ini, bahasa Indonesia berkembang dalam berbagai macam tahapan ejaan. Ragam ejaan tersebut tidak terlepas dari pengaruh bahasa kolonial Belanda, berikut adalah ulasannya:

  1. Van Ophuysen pada tahun 1901 : Ejaan ini terlahir dari seorang Belanda yang dianggap sebagai ujung tombak lahirnya ejaan bahasa Indonesia. Lahirnya ejaan Van Ophuysen dilatarbelakangi oleh keragaman suku bangsa di Indonesia, sehingga Ophuysen berinisiatif untuk mempersatukan keragaman tersebut dalam bentuk ejaan yang tertata pada masa itu.
  2. Soewandi pada tahun 1947 : Ejaan Soewandi diresmikan pada tahun 1947. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan untuk “menghapus citra Belanda” dengan memperkuat ciri khas masyarakat Indonesia.
  3. Pembaharuan pada tahun 1957 : Ejaan ini dicetuskan demi memperbaiki tatanan bahasa Indonesia yang masih kritis di masa itu. Ejaan pembaharuan lahir di Kongres Bahasa Indonesia 2 yang dilaksanakan di kota Medan.
  4. Melayu Indonesia pada tahun 1959 : Ejaan Melayu Indonesia atau Melindo lahir dikarenakan terdapatnya penggabungan ejaan Indonesia dan Malaysia di tahun 1959. Namun, kesepakatan ini ditunda dan akhirnya ditinggalkan karena alasan ejaan tersebut sulit diterima masyarakat Indonesia pada masa itu.
  5. Ejaan Baru pada tahun 1967 : Ejaan ini dapat dikatakan sebagai lanjutan dari ejaan Melindo yang diperbincangkan kembali pada tahun 1967.
  6. Ejaan yang Disempurnakan pada tahun 1972 : Ejaan yang disempurnakan atau EYD merupakan ejaan yang sudah diterapkan di segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia pada tahun 1972. Awalnya, ejaan ini sempat ditunda peresmiannya dikarenakan berbagai krisis yang tengah dihadapi oleh Indonesia pada saat itu.
  7. Ejaan Bahasa Indonesia pada tahun 2015 : Jika EYD merupakan ejaan yang sudah sempurna, perkiraan tersebut ternyata salah. EYD masih harus mengalami penyempurnaan karena disebabkan oleh kemajuan teknologi digital.

Perkembangan Bahasa Indonesia dari Dulu hingga Saat Ini

Bahasa bukanlah hal yang konstan, melainkan tak terlepas dari perubahan struktur. Beberapa diantaranya adalah terdapatnya perbedaan bunyi, dan beberapa perubahan lainnya seperti struktur kata, ejaan, makna, serta tata bahasa. Perkembangan bahasa Indonesia dari dulu hingga saat ini didasari oleh beberapa faktor diantaranya status sosial, jenis kelamin, interaksi, dan perkembangan dunia teknologi. Dalam kasus strata sosial, hal tersebut sangat jelas terlihat dari penuturan-penuturan masyarakat di kalangan atas. Kasus ini pernah dibuktikan oleh William Labov di tahun 1966. Ia membuktikan bahwa pelayan kelas atas lebih baik dalam hal pelafalan kosakata.

Nah, itulah beberapa ulasan mengenai perkembangan Bahasa Indonesia dari zaman dahulu hingga saat ini. Ulasan tersebut menggambarkan perbedaan bahasa Indonesia dulu dan sekarang secara gamblang. Meskipun terdapat beberapa perbedaan, tugas kita sebagai warga Indonesia adalah