Perbedaan MRT dan LRT

13

Perkembangan teknologi membuat segala hal juga ikut merasakan perkembangan yang begitu dahsyat. Salah satu perkembangan tersebut adalah pembuatan kereta api dalam berbagai kategori. Beberapa kategori kereta api yang sedang digalakkan pemerintah yaitu MRT dan LRT. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan MRT dan LRT? Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut adalah ulasan mengenai MRT dan LRT secara lengkap plus perbedaan di antara keduanya.

Mengenal MRT dan LRT

Baru-baru ini, Daerah Khusus Ibu Kota tengah membangun sarana transportasi yaitu kereta api MRT. MRT sendiri merupakan akronim dari Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu. Sistem kereta api ini berbasis rel listrik yang dirilis ke publik pada April 2019.

Proyek MRT sendiri sudah dicanangkan pada tahun 2014 dan baru dirampungkan pada tahun 2019. MRT merupakan hak milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian Pemprov DKI Jakarta. Kereta api berbasis rel listrik ini merupakan jenis transportasi umum dan tergolong angkutan cepat.

Terdapat 13 stasiun yang sedang beroperasi dengan total penumpang berjumlah 83.000 penumpang. Adapun kekuatan listrik yang digunakan oleh kereta MRT sebesar 1.500 V DC.

Lalu, apa yang dimaksud dengan LRT?

LRT merupakan kepanjangan dari Light Rail Transit atau Lintas Rel Terpadu adalah jenis transportasi penumpang khusus di perkotaan. LRT memiliki konstruksi yang ringan yang mampu beroperasi bersama lalu lintas lain atau khusus.

Penggunaan LRT sendiri sudah dimulai di Daerah Khusus Ibukota pada tahun 2018. Pencanangan transportasi cepat ini digagas oleh Pemerintah Provinsi DKI dan PT. Adhi Karya. Namun, kereta api jenis ini tetap menjadi milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Berbeda dengan MRT yang memiliki dua jalur, LRT hanya memiliki satu jalur dengan enam jumlah stasiun.

Seberapa Banyak Kapasitas Penumpang yang Mampu Ditampung Oleh MRT dan LRT?

MRT dan LRT dirancang khusus untuk memuat penumpang dalam jumlah tertentu. MRT memiliki standar kapasitas sebanyak 1.800 penumpang. Sementara itu, LRT mampu memuat hingga 600 penumpang.

Bagaimana Rangkaian MRT dan LRT?

Pada umumnya, kereta terdiri dari beberapa rangkaian yang sama seperti gerbong. Namun, perbedaan rangkaian antara MRT dan LRT terletak pada jumlahnya. MRT terdiri dari enam rangkaian gerbong dan LRT terdiri dari dua hingga empat rangkaian gerbong.

Seperti Apa Lintasan MRT dan LRT?

Apapun jenis kereta apinya, pasti tidak pernah luput dari lintasan. Lintasan inilah yang akan menjadi jalur “lalu lalang-nya” kereta api. Meskipun MRT dan LRT sama-sama merupakan jenis kereta, terdapat perbedaan dari lintasannya.

MRT merupakan kereta penumpang yang bertujuan untuk mengangkut banyak penumpang. Oleh karena itu, lintasannya dibuat secara tersendiri dan memakai sistem lintasan layang. Berbeda halnya dengan MRT, LRT memakai lintasan yang sama dengan lintasan kereta api lainnya.

Meskipun demikian, LRT merupakan jenis kereta penumpang yang mampu melaju dengan cepat. Ini dikarenakan LRT memuat penumpang yang lebih sedikit dibandingkan dengan MRT.

Berapa Banyak Target Penumpang MRT dan LRT?

Meskipun MRT dan LRT memiliki kapasitas penumpang tertentu, kedua kereta ini juga menatapkan target penumpang per harinya. MRT memiliki target sebanyak 173.400 jumlah penumpang. Sementara itu, LRT memiliki target sebanyak 360.000 penumpang.

Nah, itulah ulasan mengenai MRT dan LRT secara lengkap. Berbicara tentang keamanan, kedua jenis transportasi penumpang ini sudah teruji dan sangat terjamin keamanannya. Lalu, manakah transportasi yang paling Anda minati di antara MRT dan LRT?