Penyerangan Israel ke Suriah-Lebanon-Irak dalam Sehari

17
Penyerangan Israel ke Suriah-Lebanon-Irak dalam Sehari

Israel melakukan upaya untuk membasmi kehadiran militer Iran dan proksinya di sebagian besar wilayah timur tengah. Hal itu terjadi melalui penyerangan militer Israel ke wilayah Suriah, Lebanon dan irak dalam satu hari. Iran pun meledek upaya militer Israel tersebut sehingga membuat mliter Israel meirlis rekaman video penyerangannya meski gambarnya buram.

Militer Israel mengancam akan intensif melakukan penyerangan terhadap semua proksi Iran. Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, menuliskan di twitternya bahwa operasi militer itu merupakan perjuangan terakhir rezim zionis.

Ledekan Soleimani tersebut muncul setelah pihak militer Israel menuduhnya secara pribadi yang telah merancang penyerangan ke Israel melalui drone. Ketegangan timur tengah terus memanas, setelah Israel menyerang beberapa target di pinggiran Damskus, Suriah. Serangan tersebut diklaim oleh Israel sebagai upaya untuk menggagalkan upaya proksi Iran terhadap Israel.

Suriah sendiri mengklaim bahwa rudal Israel berhasil ditembak jatuh oelh sistem udara ppertahanan Suriah. Namun, Israel sendiri menyebut serangan mereka sukses, sembari merilis video buram sebagai bukti. Israel, Beberapa jam kemudian, mengirim pesawat tanpa awak untuk memburu sasaran Hizbullah di kota Lebanon Beirut. Satu pesawat tanpa awak (UAV) jenis pengintai dijatuhkan oleh pemuda – pemuda di Beirut yang melemparinya dengan batu di atas kantor media Hizbullah. Sedangkan pesawat tanpa awak (UAV) satunya lagi meledak di udara.

Serangan lain yang terjadi terhadap proksi Iran terjadi pada Provinsi Anbar, Irak, di dekat perbatasan Suriah pada Minggu Sore. Serangan tersebut terjadi setelah dua UAV menargetkan kendaraan pengangkut milik faksi Hizbullah Irak yang dikenal juga sebagai brigade tempur 45. Israel pun mengagnggap hal itu bagian dari serangan terhadap Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) pro-Iran. Serangan di Irak mengakibatkan tewasnya satu milisi Syiah.

Pihak Israel pun mengakui telah bertanggung jawab terhadap serangan yang terjadi di Suriah, tetapi masih belum mengungkapkan terkait keterlibatannya dalam serangan di Lebanon dan Irak. Tetapi pihak Pemerintah Israel sendiri telah mengeluarkan syaratnya untuk keluar melawan negara-bangsa yang mendukung Iran di wilayah tersebut.

Netanyahu menuturkan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir serangan dari manapun ke negaranya di kawasan tersebut. Negara manapun yang digunakan untuk melakukan seranganterhadap Israel akan menanggung akibatnyanya. Dirinya pun menekankan, negara manapun yang melakukan serangan ke dalam negaranya akan menanggung akibatnya.

Michael Richard Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa dirinya mendukung langkah militer ISraell tersebut. Pompeo di twitternya mengaku telah berbicara dengan Netanyahu mengenai serangan udara di Suriah. Pompeo pun menuliskan bahwa dirinya mendukung atas hak Israel mempertahankan wilayahya terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh Korps Garda Revolusi Iran dan melakukan tindakan untuk mencegah serangan terhdap aset – aset Israel yang bisa saja sakan egera terjadi.

Sumber : international.sindonews.com