Pentingkah Peran Laporan Dewan Pengawas Syariah Terhadap Akuntabilitas Lembaga Keuangan Islam?

37

Pertumbuhan Lembaga Keuangan Islam (IFI) menunjukkan pengakuan global terkait peran yang timbul dari lembaga-lembaga tersebut dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan tanggung jawab dan etika perbankan. Namun, pertumbuhan ini tidak sesuai dengan permintaan untuk produk keuangan Islam. IFI beroperasi sesuai dengan hukum serta aturan tatanan ekonomi dan sosial Islam dengan menerapkan kode etik bisnis Syariah. Bank syariah wajib menunjuk Dewan Pengawas Syariah (SSB) atau Dewan Penasehat Syariah (SAC) untuk memantau transaksi dan operasional bank.

SSB merupakan salah satu mekanisme tata kelola yang paling penting diterapkan dalam IFI untuk memastikan apakah bisnis jasa keuangan telah mematuhi syariah atau belum. Dalam menjalankan tugasnya SSB mengacu pada standar AAOFI yang merupakan satu-satunya standar lengkap audit yang ada saat ini. Standar AAOIFI digunakan sebagai titik awal yang dapat membantu menyebabkan peningkatan sistem pelaporan IFI. Saat ini, standar AAOIFI telah resmi diadopsi oleh sejumlah bank sentral dan otoritas keuangan secara wajib atau sebagai pedoman.

Akuntabilitas dalam konteks lembaga keuangan islam berarti kewajiban bisnis untuk memberikan perhitungan untuk masyarakat Islam pada umumnya, yang memiliki hak untuk mengetahui efek ataupun dampak dari operasi organisasi pada kesejahteraan perusahaan. Penekanan pada akuntabilitas dari perspektif Islam membuat laporan perusahaan Islam memiliki keharusan untuk memasukkan informasi yang memenuhi etika syariah dan moral.

Akuntabilitas manajemen lembaga keuangan Syariah harus mencakup akidah, syariah dan akhlak, selain itu akuntabilitas lembaga keuangan syariah juga harus mempertimbangkan tanggung jawab semua pihak yang terlibat agar tercipta tanggungjawab Lembaga keuangan syariah dengan baik. Akuntabilitas manajemen lembaga keuangan syariah harus mencakup unsur akidah, syariah dan akhlak. Kehilangan salah satu unsur dari ajaran Islam mengakibatkan tidak akan tercapainya misi ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin.

Disinilah peran penting anggota SSB dibutuhkan, anggota SSB semestinya memiliki pengetahuan dan kompetensi dalam bidang yang relevan terkait dengan perbankan serta pengetahuan Syariah, terutama terkait dengan transaksi bisnis. Laporan SSB diharapkan dapat mengungkapkan informasi tentang bagaimana proses audit dilakukan dalam memeriksa transaksi dan kegiatan lain dari lembaga-lembaga tersebut serta seperti apakah pandangan SSB didasarkan, baik pada seluruh atau sebagian sampel transaksi, kesesuaian prosedur dan proses review kerja.

Kepatuhan syariah adalah landasan dari bisnis IFI dan oleh karena itu IFI harus menghindari transaksi yang bertentangan dengan hukum syariah. Namun, karena IFI banyak yang beroperasi pada ekonomi campuran sehingga dipaksa untuk masuk ke dalam transaksi yang tidak konsisten dengan hukum syariah. Jika transaksi tersebut terjadi, laporan SSB harus menyediakan informasi lengkap tentang transaksi tersebut, pendapatan yang dihasilkan dari transaksi tersebut dan pendapat SSB atas transaksi ini. IFI perlu membayar zakat baik atas nama pemegang saham mereka atau menghitung dan mengungkapkan jumlah yang dibayarkan per saham dalam laporan tahunan mereka.

Tingkat pengungkapan laporan audit SSB sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang diterapkan oleh IFI untuk memenuhi kewajiban etika dan agama serta menunjukkan tanggung jawab mereka sebagai organisasi keuangan syariah. Sejalan dengan prinsip Islam, IFI perlu memenuhi peran etika yang melekat dalam karakter mereka sebagai entitas ‘Islam’. Pentingnya pelaporan audit SSB harus dilihat bersama dengan pengembangan lebih luas terkait kelembagaan tata kelola perusahaan di IFI.

Sedangkan faktor sosial-politik mungkin menahan tingkat pengungkapan mengenai pelaporan SSB, peningkatan tingkat pemantauan dalam bank dan organisasi dapat mengakibatkan pengungkapan yang lebih besar. Sehingga, meskipun SSB yang mempertimbangkan untuk memprovokasi lebih besar fungsi pemantauan dan memainkan peran strategis dalam proses untuk memastikan kepatuhan yang lebih besar dengan hukum dan prinsip-prinsip Islam, namun berdasarkan persyaratan dari AAOIFI dan temuan dari literatur sebelumnya saat pelaporan audit SSB yang jauh di bawah harapan stakeholder.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Dewan Pengawas Syariah atau SSB memiliki peran yang penting dalam memastikan kesesuaian akuntabilitas laporan Lembaga keuangan Syariah terhadap standar AAOIFI (IFI). Pemahaman tentang motivasi IFI yang tidak memenuhi persyaratan AAOIFI pada pelaporan syariah akan membantu para pembuat kebijakan dan praktisi untuk mengidentifikasi kebijakan dan strategi yang tepat di masa depan dengan maksud untuk meningkatkan pemenuhan. Selain itu, diperlukan sebuah agen penegak untuk memastikan IFI mengikuti standar AAOIFI. Para pembuat kebijakan dan peneliti juga harus menyelidiki lebih lanjut jika terdapat kesenjangan dalam pengungkapan, yaitu hasil dari perbedaan tata kelola perusahaan antara negara-negara, perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai tingkat perkembangan sosial, ekonomi dan peraturan antara negara.