Penting diketahui! Ini 9 Pilar Karakter Anak Indonesia

24

Menjadi orangtua merupakan tanggung jawab dunia akhirat, sebenarnya perlu persiapan matang untuk menjadi orangtua, perlu belajar yang banyak sebelum menikah agar lebih siap menjadi orangtua yang baik untuk anak. Berikut ini 9 pilar karakter yang bisa ditanamkan kepada anak dalam kehidupan sehari-hari agar memiliki karakter yang positif:

1. Cinta Tuhan dan Segenap CiptaanNya

Di zaman sekarang mulai banyak orang yang lepas dari agama dan tidak mempercayai adanya Tuhan. Memperkenalkan Tuhan dalam keseharian anak merupakan pilar karakter yang harus ditanam sejak kecil, terutama usia 0-5 tahun, itu merupakan masa keemasan untuk mendidik anak. Mencintai segenap ciptaan Tuhan mulai dari ciptaan berupa benda mati dan makhluk hidup yang ada disekitar anak, seperti tanaman dan hewan penting diperkenalkan kepada anak sebagai ciptaan tuhan agar anak peduli tidak egois dan menghargai segala yang ada di sekelilingnya atas karunia Tuhan.

2. Mandiri, Disiplin dan Bertanggung Jawab

Banyak orangtua yang terlalu memanjakan anak, sehingga kurang memandirikan anak, seperti orangtua selalu menyuapi makan, memakaikan baju, dan memasangkan sepatu, padahal pada usia 2 tahun anak sudah mampu untuk diajarkan hidup mandiri, hal ini sangat penting untuk diajarkan karena banyak orangtua hanya memikirkan cepat saja dalam melaksanakan tugas tanpa memikirkan untuk kemandirian anak.

Disiplin merupakan sikap ketaatan terhadap suatu aturan atau ketentuan yang berlaku dalam organisasi. Disiplin merupakan sikap hidup dan perilaku yang mencerminkan tanggungjawab terhadap kehidupan.

Pilar disiplin dan tanggung jawab penting diajarkan mulai dari usia batita, mulai dari hal-hal yang sederhana, seperti merapikan mainan yang telah selesai dimainkan, melalui peraturan bermaian “adek boleh main, tapi nanti setelah bermain diberesin ya mainannya bersama-sama”. Tindakan tegas yang mendidik boleh diajarkan melalui kedisiplinan, anak yang tidak mau membereskan mainannya tidak diizinkan untuk bermain. Untuk pertama kali dalam mengajarkan kedisiplinan orangtua juga harus turun tangan membantu anak membersihkan mainannya bersama-sama sebagai contoh tauladan.

3. Jujur, Amanah dan Berkata Bijak

Jujur mampu berkata yang sesuai dengan yang terjadi sesungguhnya, amanah dapat dipercaya dari perkataan anak dan berkata bijak adalah kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan dengan tepat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan secara objektif. Kasus sederhana dari pilar ini adalah ketika anak berkelahi dengan temannya, karena memukul atau berebutan mainan, kita bisa memancing anak untuk berkata jujur “siapa yang memukul duluan?”

Apabila anak saling tuduh dan tidak ada yang mengaku yang memukul duluan, tanya terus hingga ada yang mengaku, apabila sudah ada yang mengaku lakukan klarifikasi kepada anak yang dipukul untuk mengetahui apakah anak bisa dipercaya atau tidak (amanah), selanjutnya ajarkan anak yang memukul untuk meminta maaf karena telah mengakui kesalahan (berkata bijak).

4. Hormat, Santun dan Pendengar yang Baik

Menghormati kedua orangtua, guru, dan orang yang lebih dewasa dari anak, santun dalam bersikap seperti mencium tangan kedua orangtua sebelum pergi sekolah dan mendengarkan orang lain ketika berbicara, menjadi pendengar yang baik merupakan tantangan tersendiri untuk anak. Anak banyak yang ingin menceritakan segala sesuatu hal kejadian sehari-hari, maka ajarkan anak untuk bergantian dengan kakak, atau adik ketika berbicara agar bergantian saling mendengarkan cerita.

5. Dermawan, Suka Menolong dan Kerjasama

Mengajarkan pilar dermawan kepada anak bisa dari hal yang kecil, seperti memberitahu anak agar mau berbagi makanan yang ia miliki dengan teman yang lain di sekolah. Lalu mau menolong teman yang terjatuh ketika bermain dan kerjasama dalam bermain, bermain bersama teman mampu meningkatkan rasa kerjasama, disarankan kepada orangtua jangan larang anak ketika ingin bermain bersama dengan teman-temannya.

6. Percaya Diri, Kreatif dan Pantang Menyerah

Salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kreatif anak dengan cara memasukkan anak ke tempat les atau ekstrakulikuler sesuai dengan minat anak. Mengajak anak untuk mengikuti lomba sesuai dengan minat dan bakatnya agar anak pantang menyerah apabila gagal bisa mencoba terus hingga berhasil nanti.

7. Pemimpin yang Baik dan Adil

Mengajarkan anak untuk menjadi pemimpin yang baik dan adil, mulai dari menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri, bagaimana si anak memperlakukan diri mengatur kehidupan sehari-harinya.

8. Baik dan Rendah Hati

Mengajarkan anak berbuat baik kepada siapapun tanpa melihat siapa yang mereka tolong, selalu berbuat baik baik kepada siapapun tanpa meminta imbalan dan merendahkan hati dengan bersikap baik tanpa membedakan status orang.

9. Toleran, Cinta Damai dan Bersatu

Dari kecil mengajarkan anak untuk mau bersosialisasi dengan siapapun tanpa membedakan agama, suku, RAS dan antar golongan. Ajarkan anak untuk selalu mencintai kedamaian dan bersatu, ajarkan mulai dari hal yang kecil seperti bersosialisasi dengan teman bermain tanpa pilih-pilih.

Pilar di atas dapat diajarkan kepada anak dalam kehidupan sehari-hari mulai dari batita, caranya dengan langsung menyebutkan kata pilar dalam kehidupan sehari-hari agar anak mengenali pilar di atas sedini mungkin, contohnya “ayo nak..disiplin, setelah bermain, mainannya tolong diberesin ya”. Itu contohnya, semoga ini bermanfaat untuk orangtua, guru dan orang dewasa lainnya. Terimakasih.