Penjaga Tour Jihad 22 Mei Surabaya Jadi Tersangka, Ini Jawabnya

9

Minggu (19/05/2019) petang, dari Surabaya koordinator tour jihad 22 mei 2019 Muhammad Roni hari ini mendatangi Polda Jawa Timur. Hal tersebut karena dirinya meminta maaf terkait dengan unggahannya di media sosial. Sebelumnya pada unggahan Roni soal  tour Jihad 22 mei di Surabaya sempat viral beberapa waktu lalu.

Polisi akhirnya turun tangan untuk menyelidiki dikarenakan unggahan tersebut telah dianggap meresahkan. Menurut kepala bidang humas polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung mengatakan bahwa Roni datang bersama dengan seorang rekannya, Feni Lestari pada hari sabtu. Komisaris polisi mengatakan bahwa “Kami menindaklanjuti keresahan publik dan ketika kita tindak lanjuti kemudian datanglah dua orang ini ke kepolisian Surabaya”.

Komisaris Polisi tersebut juga mengatakan bahwa Roni dan Fani meminta maaf karena unggahanya soal tour jihad 22 mei dinilai telah meresahkan publik ataupun warga. Dan permintaan maaf tersebut disampaikan secara tertulis oleh keduanya. Meskipun sudah meminta maaf, Polisi tetap melakukan penyelidikan kasus ini untuk menelusuri maksud dari unggahan konten tersebut ke media sosial, dan kemungkinan adanya pihak yang dirugikan oleh keduanya ini. Sementara itu Roni telah mengakui membatalkan tour jihad 22 mei karena kondisi yang terus memanas.

Selain hal tersebut, peserta pun juga dinilai sangat minim. Disela-sela wawancaranya Roni secara langsung  mengatakan bahwa “Melihat situasi kondisi yang begitu memanas, maka tour jihad ini sudah dibubarkan, dan yang mendaftar pun hanya minim sehingga dibubarkan dan tidak ada yang diberangkatkan ke Jakarta”. Dirinya mengaku bahwa tour jihad Jakarta ini bukan ajakan untuk melakukan unjuk rasa atau pergerakan massa.

Namun tujuan awalnya adalah untuk tamasya. Roni mengatakan bahwa “tour Jihad Jakarta ini sebenarnya adalah konotasi, bukan sekejam kata-kata tersebut, sebenarnya kita ingin emak-emak jalan-jalan untuk melakukan refreshing ke Jakarta, begitu awalnya”.

Selain itu Roni menambahkan bahwa kata jihad dalam layanannya bukan merupakan arti untuk ajakan perang melainkan ajakan untuk mencari keadilan dan kesejahteraan yang layak. Saat ini, pihak kepolisian telah menyelidiki lebih lanjut dan memberikan status tersangka pada pria tersebut.