Pengertian Sloka Dalam Agama Hindu

37
sloka

Sloka merupakan sebuah bait puisi yang mengandung ajaran agama Hindu yang ditulis dalam bahasa Sansekerta. Sloka biasanya terdiri dari empat larik atau baris yang berirama yang mengandung sampiran dan isi. Sloka berisikan mengenai nasihat-nasihat untuk melahirkan masyarakat yang peduli dengan keharmonisan dan ketatasusilaan. Sloka juga bisa digunakan untuk mengkritik semua perilaku negatif yang dilakukan oleh anggota masyarakat tanpa menyinggung perasaan dari individu tersebut.

Ciri-ciri dari seloka selain berbahasa Sansekerta ada juga ciri-ciri yang lain. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

  • Dalam satu bait terdiri dari dua baris yang panjang.
  • Dalam satu bait terdiri dari 18 suku kata atau dua kali sembilan suku kata, yaitu satu baris memiliki sembilan suku kata.
  • Isi baris pertama berhubungan dengan baris kedua.
  • Sloka tidak terikat dengan persajakan.
  • Pada baris kedua dalam bait terdahulu menjadi baris pertama pada bait berikutnya dan baris keempat dalam bait terdahulu menjadi baris ketiga dalam bait berikutnya.

Berikut contoh sloka yang ada dalam agama Hindu yang menggunakan bahasa Sansekerta.

  1. Wasita nimitanta manemu laksmi,
    Wasita nimitanta pati kapangguh,
    Wasita nimitanta manemu duhka,
    Wasita nimitanta manemu mitra
    (Nitisastra, Sargah V. bait 3).
    Artinya: Karena berbicara engkau menemukan kebahagiaan, karena berbicara engkau mendapat kematian, karena berbicara engkau akan menemukan kesusahan, dan karena berbicara pula engkau mendapat sahabat.
  2. Mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantam
    Mitrasyaham caksusa sarvani bhutani samikse,
    Mitrasya saksusa samiksamahe
    (Yayur Weda XXXVI.18).
    Artinya: Semoga semua makhluk memandang kami dengan pandangan mata seorang sahabat, semoga saya memandang semua makhluk sebagai seorang sahabat, semoga kami berpandangan penuh persahabatan.
  3. “Pàvamànir yo adhyeti- åûibhiá saýbhåaý rasam tasmai sarasvati duhe kûiraý sarpir madhùdakam”. (Agveda IX.67.32).
    Artinya: Siapapun juga yang mempelajari mantram-mantram veda yang suci yang berisi intisari pengetahuan yang diperoleh para rsi, Devi pengetahuan yaitu Sang Hyang Saraswati menganugerahkan susu, mentega yang dijernihkan, madu dan minuman Soma yaitu minuman para Deva.
  4. Kurvan eveha karmanni
    Jijiviset satam samah
    Evam tvayi nanyatheto-asti
    Na karma lipyate nare
    (Yajurveda XL.2)
    Artinya: Orang hendaknya suka hidup di dunia ini dengan kerja keras selama seratus tahun. Tidak ada cara yang lain bagi keselamatan seseorang. Suatu tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri dan tidak memihak, menjauhkan pelaku dari keterikatan.
  5. Icchanti devah sunvantam
    Na svapnaya sprhayanti.
    Yanti pramadam atandrah.
    (Atharvaveda XX.18.3)
    Artinya: Para Dewa menyukai orang-orang yang bekerja keras. Para Dewa tidak menyukai orang-orang yang gampang-gampangan dan bermalas-malas. Orang-orang yang selalu waspada mencapai kebahagiaan yang agung.
  6. Na rte srantasya sakhyaya devah
    (Rgveda IV.33.11)
    Artinya: Para Dewa menolong orang yang tidak dilelahkan oleh kerja keras yang berat.

Demikian beberapa pengertian tentang sloka-sloka dalam agama Hindu. Semoga bermanfaat.