Pengembalian Penuh Tiket Diperpanjang Sampai 4 Juni 2020

25

Jakarta, 04 April 2020 Masa pengembalian dana sebanyak 100 persen diperpanjang untuk pembatalan tiket kereta api. Kebijakan ini diberlakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sampai tanggal 4 Juni 2020.

Perpanjangan ini berkaitan dengan kondisi terkini mengenai perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia. Kebijakan ini diambil agar masyarakat yang membatalkan perjalanan dengan kereta api tidak  merasa dirugikan karena uang bisa dikembalikan sebesar harga tiketnya.

Harapannya adalah masyarakat bisa segera membatalkan tiket kereta api sehingga tidak menimbulkan berkumpulnya orang di dalam kereta api. Pembatalan ini dilakukan agar semakin sedikit celah untuk mengumpulkan orang banyak dan harapannya virus corona ini bisa segera dihentikan penyebarannya.

Yuskal Setiawan selaku VP Public Relations KAI menyebutkan kebijakan ini diputuskan sebagai bentuk mematuhi dan mengikuti himbauan  Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia. Himbauan tersebut mengatakan agar masyarakat DKI Jakarta untuk selalu menjaga jarak dengan orang lain dan sebaiknya tidak mudik selama wabah corona ini.

Yuskal menyebutkan dia bersama pihaknya berharap agar kebijakan yang sudah dikeluarkan ini bisa dipatuhi dengan baik oleh masyarakat serta semua perjalanan mudik bisa ditunda untuk sementara ini. Selain itu, kepada penumpang sudah membeli tiket agar bisa menunda dulu perjalanan mudik dengan kereta api.

Hal ini dilakukan dan diharapkan agar penyebaran virus corona tidak meningkat, partisipasi masyarakat sangat membantu menekan penyebaran virus corona. Pemerintah mengharapkan masyarakat patuh sehingga bisa segera menekan penyebaran covid19 di Indonesia.

Bagi penumpang yang ingin membatalkan tiket kereta api  selama masa Angkutan Lebaran 2020 ini bisa menggunakan aplikasi KAI Access. Selain itu, juga bisa dilakukan  melalui loket stasiun yang melayani proses pembatalan tiket ini. Jangan risau, sebab uang pembatalan tetap akan dikembalikan baik melalui tunai ataupun secara transfer selama kurang lebih 30 hari sampai 45 hari kerja.

Tetapi jika penumpang tetap ingin berangkat maka semua arahan harus diikuti dengan baik. Seperti menjaga jarak tempat duduk antar penumpang, baik itu penumpang satu keluarga sekalipun juga harus duduk terpisah antara satu dengan yang lainnya.

Apalagi saat ini tiket yang dijual KAI hanya 50 persen sesuai kapasitas tempat duduk yang disediakan. Tujuan diberlakukan ini agar physical distancing antara penumpang bisa tercapai dengan baik. Yuskal juga mengingatkan adanya arahan Presiden dimana pemudik yang berasal dari Jabodetabek ditetapkan sebagai ODP atau Orang Dalam Pemantauan. Maka pemudik setiba di lokasi yang dituju harus mengisolasi diri sendiri selama 14 hari. Yuskal kembali menegaskan harapannya agar masyarakat bisa menunda perjalanan mudik dengan kereta api.