Penemuan Dinasaurus Spesies Baru Sebesar Pesawat Terbang, Begini Tanggapan Para Ahli!

37

Penemuan mengumumkan penemuan mereka tentang dinasaurus yang bisa terbang, dinamakan Cryodrakon Borea dan masuk dalam jenis dan termasuk jenis Pterosaurus. Bahkan para ilmuwan memperkirakan, hewan tersebut sebesar pesawat dan berkeliaran di langit di zaman purba.

Para ilmuwan memperkirakan hewan tersebut bisa terbang melewati dia tas kepala T-rex, Triceratops, dan dinosaurus lain dari zaman kapur akhir. Cryodrakon Borea diperkirakan mempunyai lebar sayap 10 meter dan berat 250 kilogram. Cryodrakon Borea juga mempunyai berat dan ukuran yang lebih besar dari pterosaurus lain yang merupakan hewan purba yang bisa terbang.

Hal tersebut dilaporkan dalam Journal of Vertebrate Paleontology. David Hone, pemimpin penulis penelitian dan seorang peneliti di Universitas Queen Mary di London, mengemukakan bahwa penemuan tersebut merupakan penemuan yang sangat keren.

David Hone juga mengemukakan bahwa penemuan tersebut sangat bagus dimana para peneliti bisa mengidentifikasi Cryodrakon sebagai berbeda dari Quetzalcoatlus. Awal fosil hewan purba yang bisa terbang ditemukan sekitar 30 tahun lalu di Alberta, Kanada.

Para peneliti pun awalnya melakukan kesalahan dalam mengidentifikasinya, tetapi setelah ditelaah lebih lanjut peneliti menemukan spesies baru. Para peneliti meneliti fosil – fosil yang masih remaja dan tulang leher raksasa yang utuh dari specimen dewasa.

Para peneliti juga meneliti reptile bersayap lainnya yang hidup sekitar 77 juta tahun yang lalu, C. Boreas adalah karnivora. Kemungkinan hewan tersebut memakan mamalia kecil, kadal, dan bayi dinasaurus.

Hone menuturkan bahwa meskipun hewan tersebut mampu menyeberangi perairan besar, tapi lokasi fosil ditemukan dan fitur binatang tersebut menunjukkan bahwa hewan tersebut cenderung hidup di pedalaman. Saat ini juga lebih dari 100 spesies pterosaurus yang ditemukan.

Dinasaurus tersebut tersebar di Amerika Utara dan Selatan, Asia, Afrika, dan Eropa. Peneliti pun baru baru ini juga menemukan spesies baru hewan dinasaurus purba yang hidup sekitar 77 juta tahun yang lalu di Jepang Utara. Fosil tersebut oleh para peneliti dinamakan Kamuyasaurus Japonicus.

Pertama kalinya ditemukan pada tahun 2013 di kota Mukawa, Hokkaido, Jepang. Penemuan tersebut menghasilkan galian yang berupa kerangka lengkap, kerangka terbesar pertama kali ditemukan di negara Jepang.

Dalam penelitian tersebut dipimpin oleh profesor Yoshitsugu Kobayashi dari Museum Universitas Hokkaido. Para peneliti menyimpulkan bahwa dinasaurus tersebut termasuk dalam clade Edmontosaurini dan dinosaurus hadrosaurid (dinosaurus bermoncong bebek).

Nama Kamuysaurus Japonicus dari kata kamuy yang artinya dewa dalam bahasa ainu, bahasa asli Jepang utara. Saurus berarti reptile, japonicas berarti jepang. Dinasaurus tersebut diperkirakan mempunyai panjang sekitar 8 meter, berusia dewasa saat 8 tahun dan mempunyai berat 4 ton sampai 5,3 ton.

Berat tersebut menurut para peneliti tergantung dari jumlah kaki mereka untuk tumpuan berdiri, 4 atau 2 kaki. Dinasaurus tersebut diperkirakan menjelajahi di sekitar garis pantai kuno. Lingkungan pesisir memang peranan penting dalam diversifikasi hadrosaurid.