Pemuda Cendekia Lagi Berakhlak yang Dirindu Negeri

24

Harus berapa banyak kisah tentang pemuda-pemuda bangsa yang membawa pengaruh  dan perubahan untuk negeri ini, yang menunjukkan cintanya dengan bukti dan bakti yang murni, yang tak pernah  gentar dan gemetar langkahnya untuk mengedepankan kebenaran sejati, dan yang tak pernah padam semangatnya yang membara untuk menuntun negeri ini meniti jalan menuju perubahan yang berarti. Belum cukupkah semua itu untuk membangunkan sebuah kesadaran yang sudah amat lama terlelap dalam bualan.

Fenomena yang ada didepan mata saat ini adalah banyaknya golongan muda yang lalai, melupakan, bahkan tidak menyadari pentingnya peran mereka untuk membawa perubahan suatu negeri menuju masa depan. Penurunan kualitas suatu negeri dapat menggambarkan jomplangnya perbandingan antara lebih sedikitnya pemuda yang menyadari peran pentingnya untuk negeri dan lebih banyaknya pemuda yang tidak menyadari posisi kepentingan perannya untuk negeri ini, karena mereka telah terbuai dalam kebahagiaan fatamorgana dunia yang menjadikan hati-hati mereka mungkin takkan bergetar lagi saat diperdengarkan ungkapan-ungkapan yang menggambarkan betapa penting dan besarnya pengaruh peran mereka sebagai pemuda-pemuda bangsa terhadap suatu negeri.

Seperti ungkapan seorang sahabat muda di zaman Nabi SAW yang mengatakan “Kalau kita ingin mengetahui masa depan suatu bangsa maka lihatlah pemudanya (Ali r.a)”, dan ungkapan tokoh pendiri negeri ini yang mengatakan “Berikan sepuluh pemuda kepadaku untuk mengubah dunia (Ir. Soekarno).”

Hakikatnya dalam diri setiap manusia, anak-anak, dewasa, muda, maupun tua telah ada jiwa seorang pemimpin yang diberikan sebagai suatu kelebihan yang dimiliki manusia, dan karena hal itulah manusia diciptakan untuk menjadi Khalifah (pemimpin) di muka bumi ini. Namun permasalahan yang dihadapi banyak manusia dan terutama dihadapi banyak pemuda adalah bahwa mereka tidak menyadari kekuatan dari kelebihan tersebut. Seandainya setiap manusia menyadari dan mengembangkannya dengan baik, niscaya seluruh manusia mampu memimpin dirinya sendiri dengan baik. Mereka akan mampu menentukan kemanfaatan apakah yang bisa ditebarkan untuk memberi kebaikan dan meningkatkan kualitas diri dan hidupnya, terlebih lagi seandainya ia memiliki akhlak baik yang tidak ternodai oleh kepentingan syahwat dunia maka ia telah mampu dijadikan contoh untuk orang lain, itulah seorang pemimpin, seorang yang bisa memberi pengaruh dan contoh yang pantas ditiru hingga bisa membawa kebaikan didalam kalangan manapun.

Cobalah kita pahami makna dari kata “pemimpin”  sehingga kita bisa mengingatkan para pemuda bahwa merekalah harapan negeri untuk menjadi pemimpin masa depan. Berikut ini beberapa pendapat mengenai definisi “Pemimpin“  di antaranya ialah sebagai berikut :

  • Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.
  • Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu.
  • Menurut Ngalim Purwanto 1991, Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkain kemampuan dan sifat-sifat kepribadian termasuk didalamnya kewibawaan, untuk sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebangkan kepadanya dengan rela, penuh semangat, adanya kegembiraan batin, merasa tidak terpaksa.
  • Menurut Danim, kepemimpinan adalah setiap tindakan yang dilakukan oleh individu untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok lain yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • Sedangkan menurut Pancasila, ideologi negara Indonesia, kepemimpinan ialah kemampuan dari seseorang untuk mendorong, menuntun, dan membimbing.

Terlepas dari semua definisi di atas, sejatinya telah ada seorang pemimpin yang pantas dijadikan contoh pedoman, idaman, panutan dan hampir seluruh akhlak dan perbuatannya pantas diikuti dan diteladani, ialah baginda Rasul Muhammad SAW. Selama hidupnya beliau telah memberikan contoh teladan yang amat pantas untuk ditiru, sebagai seorang pemuda beliau dikenal dengan pemuda yang jujur yang tak pernah sedikit pun berdusta.

Kejujuran tersebut sudah tertanam lekat sejak beliau muda hingga beliau diutus sebagai Rasul dan menjadi pemimpin untuk kaum yang mengikutinya, dan juga telah jelas terbukti kemuliaan teladannya dengan banyaknya kisah kepemimpinannya yang pantas diteladani, bahkan sampai kisah kepemimpinan sahabat-sahabat setelah Rasul pun tak kalah dikagumi oleh banyak kalangan yang sadar dengan kepantasan para sahabat untuk dijadikan sebagai teladan seorang pemimpin sebagaimana diteladaninya Rasul Muhammad SAW, kepantasan itu didapatkan oleh para sahabat karena ketaatan mereka dalam meneladani akhlak dan perilaku Rasul Muhammad SAW.

Memandang bahwa banyak ungkapan harapan yang telah menjadi umum dikalangan masyarakat, yakni diharapkannya peran para pemuda untuk menjadi generasi tangguh yang mampu membawa negeri ini kepada perubahan gemilang, yang mampu menjadikan keadilan bagi seluruh kalangan. Maka penting untuk mengingatkan sesama pemuda untuk bersatu melangkah membangun negeri menuju kenyataan yang indah. Bukan kenyataan yang dikolaborasi dengan kepentingan individualis sehingga keadilan begitu minimalis, dan menjadikan keadaan negeri menjadi begitu miris.

Pemuda adalah generasi ulung yang tak diragukan lagi eksistensinya dalam sejarah kegemilangan suatu negeri, ia adalah tulang punggung bangsa yang menjadi tumpuan harapan arah masa depan suatu negeri, karena begitu amat pentingnya kesadaran pemuda terhadap peran yang dimiliki, kesadaran tersebut menjadi penentu kelayakan pemuda masa kini untuk menjadi pemimpin masa depan.

Pemuda juga merupakan sosok individu yang masih berproduktif yang mempunyai jiwa optimis, berfikir maju, dan berintelektual. Dan hal yang paling menonjol dari pemuda ialah caranya melakukan sebuah langkah perubahan untuk menjadi lebih baik dan menjadi lebih maju.Ungkapan ini bukan rayuan semata untuk menggelitik perasaan rindu terhadap semangat yang membara, namun inilah ungkapan yang didasarkan fakta sejarah yang pernah ada.

Sebut saja Kebangkitan Nasional 1908, berdasarkan sejarah tonggak awal Kebangkitan Nasional diawali dengan berdirinya Organisasi Budi Oetomo pada tahun 1908. Sebuah organisasi kebangkitan yang diprakarsai oleh Mahasiswa Stovia, sekolah kedokteran yang didirikan belanda untuk anak dari lapisan masyarakat terhormat yang biasa disebut priayi. sekalipun hal ini masih menjadi sebuah perdebatan karena anggapan bahwa Organisasi Budi Oetomo ini tidak bersifat Nasional, Budi Oetomo memang hanya ada di Jawa dan khusus diperuntukkan bagi orang Jawa. Namun perselisihan tersebut tidak bisa menghilangkan poin penting yang menyadarkan bahwa sejak saat itu perjuangan Pemuda telah memasuki babak baru yang menandakan bahwa kesadaran untuk menyatukan langkah dan tekad dalam suatu bangsa sudah ada, kesadaran akan pentingnya persatuan untuk membangkitkan kekuatan dan keyakinan bersama dalam mewujudkan harapan yang tak diinginkan hanya menjadi sebuah angan.

Nyatanya, sejarah ini belum cukup mampu untuk membangunkan kesadaran atau mengeraskan keyakinan untuk memulai langkah perubahan. Tengoklah kisah lain yang tak kalah menggetarkan, peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 1945. Peristiwa yang diawali dengan nyali liar para pemuda yang menculik Soekarno-Hatta ke daerah Rengasdengklok. Langkah berani ini diambil oleh para pemuda dengan maksud yang sadar untuk mengamankan Soekarno-Hatta dari pengaruh Jepang,  agar cepat terlaksana deklarasi kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini bertujuan agar kekalahan Jepang tidak dimanfaatkan oleh Belanda untuk datang dan kembali menjajah Indonesia. Dan benarlah penculikan ini membuahkan hasil dibacakannya Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 lebih cepat dari tanggal yang dijanjikan oleh Jepang yang pada dasarnya janji tersebut dibuat hanya untuk menghibur rakyat indonesia yang sudah haus Kemerdekaan.

Momen inilah yang menjadi tolak ukur betapa penting pengaruh peran pemuda dalam kehidupan dan kelangsungan bangsa Indonesia hingga saat ini dan seterusnya. Perjalanan panjang sejarah bangsa ini tidak pernah lepas dari peran generasi pemuda cendekia yang mampu menjaga negeri ini untuk tetap menjadi milik rakyat, yang cepat mengerti situasi dan menemukan solusi, terpelajar, tajam pikiran serta pandai dalam bertindak.

Kondisi negeri ini tidak bisa mengelabui dan menutupi bahwa tidak ada lagi urat-urat kaki pemuda yang terlihat kekar menjadi akar-akar kekokohan negeri ini, bahkan ketika negeri ini berjalan dengan penerapan sistem aturan hukum yang jomplang dan pincang, tidak ada uluran tangan pemuda yang datang mengawani negeri ini untuk menopang dan berjalan bersama, kebanyakan dari mereka hanya lantang menyuarakan tuntutan tanpa terdengar bisikan solusi.

Maka jadilah pemuda cendekia yang mampu menyuarakan lantang aspirasi dengan argumen kuat yang tak terpatahkan, karena ketajaman pandangan yang yang dimiliki dalam memahami situasi. Kemudian tetap jadilah pemuda cendekia yang mampu mengkritisi situasi dan memberi solusi berarti, karena kecerdikan dan kekayaan wawasan yang dimiliki. Serta tetap jadilah pemuda cendekia yang juga berakhlak surgawi karena tak lupa meneladani contoh teladan terbaik yang telah diutus Allah SWT untuk menjadi cerminan akhlak pribadi, sehingga mampu menyampaikan aspirasi dengan cara yang beradab dan didengar oleh telinga penguasa dan sampai kehati, sehingga tak sesiapapun mampu mengabaikan seluruh suara yang disampaikan untuk kebaikan negeri ini.

Karena dalam kehidupan, peran pemuda tidak pernah lepas dari kebutuhan masyarakat. Mereka menjadi kaki tangan yang dijadikan alat yang diharapkan dapat membawa kemajuan negeri, serta menjadi lidah penyampai aspirasi yang diharapkan dapat didengar sampai menyentuh gendang telinga para pemegang kekuasaan. bangunlah wahai harapan negeri, karena masih banyak kewajiban yang harus ditunaikan oleh para pemuda melalui perannya untuk wujudkan harapan negeri, karena telah banyak golongan rakyat yang menitipkan tumpuan amanah di pundak pundak kekar para pemuda yang memiliki banyak kesempatan untuk membawa perubahan menuju masa depan lebih baik bagi negeri ini.