Pemilu Aman, Nyaman dan Tanpa Embel-Embel, Cerminan Warga Ambarawa yang Damai

15
kpu

Pemilu memang sudah berlalu cukup jauh dan tentu saja menyuguhkan kita berbagai drama yang terkadang justru membuat mata dan telinga kita sakit. Bahkan jika kita tidak pintar memilah terkait informasi yang masuk ke telinga, kita bisa saja tersulut melakukan hal-hal yang bahkan membahayakan diri kita sendiri.

Saat ini banyak sekali berita serta isu tentang pemilu yang marak terjadi, bahkan tak jarang menimbulkan konflik di sana sini. Entah bagaimana itu semua terjadi namun yang jelas saat ini masyarakat justru seperti menjadi pihak yang paling dirugikan.

Mengerikanya lagi, sekarang ini banyak sekali embel-embel yang bahkan sempat membawa isu agama sebagai senjata, bahkan bisa di bilang cukup mengerikan untuk era sekarang ini.

Namun berbeda tentunya dengan Ambarawa dan daerah-daerah sekitarnya. Ambarawa saat ini termasuk menjadi kota kecil yang sukses memahami arti pemilu sebenarnya. Bahkan sejauh ini perbedaan pilihan justru dianggap menjadi warna yang tidak terlalu dipermasalahkan.

Bahkan bisa dibilang, masyarakat Ambarawa mulai menunjukkan sebuah kualitas bahwa mereka adalah orang-orang berpemikiran jernih dan rasional yang bahkan mencetuskan bahwa mereka yang ada di sekitar Ambarawa, atau siapapun yang saat ini berada atau bahkan melintas di Ambarawa adalah “Sedulur“.

Ini tentu saja menghadirkan nuansa tersendiri dan bahkan cukup terdengar sejuk di telinga, serta menghadirkan nuansa yang cukup membuat aman serta nyaman bagi siapapun yang berkunjung di Ambarawa.

Tidak hanya itu, masyarakat di sekitar Ambarawa ini juga masih terkenal cukup ramah yang jauh dari kata kota pada umumnya. Bahkan sekalipun anda tersesat dan sekedar meminta tolong pada orang-orang sekitar, anda masih akan menemukan banyak sekali uluran tangan yang bersedia membantu.

Semoga saja Ambarawa tetap akan menjadi kota kecil yang damai, aman dan jauh dari segala bentuk hal yang dapat menimbulkan perpecahan. Dan pemandangan pemilu semacam ini tetap akan terasa hingga ke generasi-generasi Ambarawa selanjutnya.