Pemilu 2019: TKN Sebut BPN Tidak Berani Blak-Blakan Soal “Dapurnya”

10

Hari pencoblosan pada pemilu 2019 memang telah lewat dan berakhir dengan baik, namun suasana politik di Indonesia masih terasa sangat panas. Kedua kubu calon pasangan presiden dan wakil presiden saling mengawasi jalannya penghitungan suara agar tidak terjadi kecurangan atau hal yang merugikan.

Salah satu hal yang menarik adalah ketatnya persaingan antara kubu TKN (Tim Kampanye Nasional) dan BPN (Badan Pemenangan Nasional) yang saling mengklaim atas kemenangan masing-masing calon presidennya. TKN Jokowi dan BPN Prabowo bekerja keras dalam menghitung suara di ‘dapurnya’ sendiri.

Meskipun hasil quick count menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 01 telah unggul dibandingkan dengan pasangan nomor urut 02, namun tim BPN Prabowo tidak mengakui hal tersebut sebagai kekalahan. Dengan berbekal sejumlah data yang didapatkan dari ribuan relawan yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri, tim BPN mengklaim bahwa suara yang mereka dapatkan sudah melebihi 60% sehingga kemenangan telah ada di depan mata.

Namun hal ini justru berbanding terbalik dengan yang dikatakan oleh tim TKN Jokowi yang mana menyebutkan bahwa hasil quick count tidak jauh berbeda dengan real count yang mereka lakukan sendiri. Bahkan tim TKN Jokowi menyebutkan bahwa tim BPN tidak transparan dalam melakukan penghitungan suara internalnya.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa tim TKN memiliki transparansi hasil penghitungan suara terhadap awak media. TKN selalu terbuka dalam memberikan informasi mengenai penghitungan internalnya. Bahkan hasil scan C1 yang dimiliki oleh tim TKN siap untuk ditunjukkan kepada khalayak ramai.

Menurutnya, tim BPN Prabowo justru cenderung tertutup dan tidak bisa mempertanggungjawabkan segala penghitungan suara yang tidak transparan tersebut. Ia menyarankan untuk lebih terbuka pada proses penghitungan suara agar bisa dipertanggungjawabkan ke depannya.

Meskipun telah mendapat pernyataan menyudutkan seperti itu, tim BPN Prabowo tetap tidak bergeming. Penghitungan suara internal tetap dilakukan tanpa melibatkan awak media. Hal ini serupa dengan sikap Prabowo saat ingin diwawancarai seorang jurnalis dari Jakarta Post yang ditolaknya karena merasa media tersebut selalu memutarbalikkan fakta.

Hingga saat ini, laman KPU menunjukkan bahwa tim Jokowi lebih unggul dengan perolehan suara 54.94% dan Prabowo sebesar 45.06%. Namun sayangnya KPU juga memiliki masalah kesalahan entri data sehingga tidak bisa dijadikan sebagai perhitungan yang akurat pula.