Pembalap yang Terancam Karirnya di F1 musim Depan, Bagaimana Nasibnya?

17
Pembalap yang Terancam Karirnya di F1 musim Depan

Kompetisi F1 musim depan akan semakin seru dengan idnikasi bahwa beberapa kursi pembalap yang tidak aman. Beberapa pembalapamenunjukkan performa yang kurang bagus dan tidak memenuhi ekspektasi tim. Beberapa pembalap yang terancam dipecat setelah musim 2019 berakhir.

1. Romain Grosjean (Haas)

Romain Grosjean, yang berkebangsaan Perancis, nampaknya akan berakhir di akhir musim 2019. Di musim ini, Grosjean melakukan beberapa kali kesalahan dari crash keluar dari pit lane, crash dengan rekannya sendiri dan kesalahan lainnya.

Dirinya mengkoleksi 8 poin di musim ini. bos tim Haas, sangat kecewa dengan performa kedua pembalapnya, terutama Grosjean

2. Nico Hulkenberg (Renault)

Hulkenberg merupakan pembalap yang berpengalaman di line up F1. Sejak berkarir di 2010, Hulkenberg belum pernah meraih podium sama sekali. Meskipun hal tersebut mengecewakan. Raihannya yang konsisten di papan tengah serta finish pada posisi ke 7 saat balapan F1 musim 2018 membuatnya aman.

Pada musim balapan F1 2019, performa Hulk mengalami penurunan yang menempati posisi ke 14 di klasemen sementara dengan raihan 17 poin saja. Berbagai kesalahan dan blunder menjadi penyebab menurunnya performanya di musim ini.

Di Renault, kontrak Hulk akan berakhir pada musim ini. ada juga rumor yang menyebut bahwa Renault akan mengganti Hulk dengan Esteban Ocon yang sekarang berada pada Mercedez sebagai pembalap cadangan. Hulk mungkin masih aman di balap F1 tapi tidak di Renault. Tim Haas sendiri kabarnya menggunakan jasa Hulk untuk mengganti Grosjean.

3. Valtteri Bottas (Mercedes)

Valtteri Bottas sebenarnya tampil cukup bagus di F1 2019. Di awal musim, Bottas bisa mengimbangi kekuatan rekannya, Lewis Hamilton. Sayangnya, perlahan performanya agak menurun dan membuat Mercedes kurang puas.

Mercedes kini sedang memperhitungkan siapa yang akan jadi rekan Hamilton musim depan. Nama Bottas bersaing dengan pembalap cadangan Mercedes, Esteban Ocon.

4. Robert Kubica (Williams)

Sebagai pembalap berpengalaman, Kubica gagal memaksimalkan perfromanya dan belum memenuhi ekspektasi tim Williams. Walaupaun bisa meraih satu poin disbanding rekannya George Russel yang belum meraih poin sama sekali.

Kubica dianggap tidak maksimal di dalam performanya.poin tersebut diraih bukan dari raihan balapan normal tapi dalam wet race selama di Jerman beberapa waktu lalu. Tim William menilai Kubica lebih lambat dari Russell yang minim pengalaman.

Di lain pihak, Vettel juga mengalamai penurunan perfroma pada musim ini. Vettel masih Berjaya bisa meraih posisi di podium sebagai runner up di musim lalu. Pada musim ini vettel finish pada posisi ke lima. Penurunan perfroma vettel untuk meraih kemenangan dalam kompetisi F1 merupakan bukti kalau Vettel mengalami penurunan kualitasnya sebagai juara dunia 4 kali.

Vettel sendiri diterpa kabar bahwa dirinya akan pension di musim depan. Mattia Binotto, bos Ferrari, menepis kabar tersebut dan menyatakan bahwa dirinya masih melihat Vettel sebagai pembalap yang mumpuni dan bisa fokus untuk meraih juara kembali. Binotto mengatakan bahwa tujuan timnya dan Vettel belum berubah. Vettel masih ingin meraih juara dunia bersama Ferrari.