Pelabuhan Bakauheni, Kapal Feri Mutiara Persada Tabrak Pintu Masuk Penumpang

24

Cuaca buruk melanda Lampung Selatan pada Sabtu, 02 November 2019 membuat sebuah kapal Feri yang ingin bersandar menabrak gangway pintu untuk masuk penumpang di Dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni. Hingga kini tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini kecelakaan transportasi perairan ini. Namun untuk jembatan bagi para pejalan kaki tersebut sudah rusak parah sehingga untuk sementara tak bisa dilalui penumpang.

Beberapa hari ini memang dilanda cuaca buruk sehingga kapal yang ingin bersandar mengalami kesulitan. Otoritas Pelayaran juga memberikan himbauan agar nahkoda kapal harus selalu waspada dan hati-hati saat bersandar ataupun saat melakukan pelayaran.

Kejadian Kapal Feri Mutiara menghantam kapal pejalan kaki ini setelah meninggalkan pelabuhan Merak. Selanjutnya kapal Feri tersebut ingin bersandar atau menepi namun tak sengaja menghantam jembatan tersebut yang hingga kini jembatan masih belum bisa digunakan.

Cuaca buruk yang terjadi berupa angin kencang dan arus bawah air laut juga cukup kuat. Inilah yang membuat nahkoda mengalami kesulitan untuk mengendalikan kapal agar bergerak sebagaimana mestinya. Hingga terjadilah kejadian yang tak diinginkan.

Pihak HUMAS yang ada disitu juga mengatakan bahwa tadi pagi cuaca buruk sedang melanda perairan Lampung disertai angin kencang. Selain itu, juga dipengaruhi arus bawah yang kuat sehingga kapal sedikit oleng. Meskipun nahkoda sudah berusaha untuk mengatasinya namun peristiwa tabrakan tersebut juga terjadi.

Disebabkan hal itu, untuk sementara ini penumpang tidak bisa menggunakan jembatan itu atau tak bisa melewati gangway tersebut. Namun kerusakan tersebut segara diatasi dan diperbaiki. Meskipun begitu, bukan berarti dermaga tersebut ditutup. Tidak. Tetapi masih terus beroperasi hanya saja gangway tak bisa dilalui penumpang.

Jadi, bagi penumpang yang ingin berlayar atau ingin menaiki Feri diarahkan untuk menggunakan jembatan yang digunakan untuk penyeberangan kendaraan. Meskipun dalam kondisi sulit, pihak kapal Feri tetap mengutamakan penumpang agar tetap bisa melakukan pelayaran atau melakukan penyeberangan.

Meskipun penumpang mengalami keterlambatan untuk sampai di lokasi tujuan, namun setidaknya proses penyeberangan tetap berlanjut. Jadi, tidak menunda terlalu lama penyeberangan sebab mungkin ada penumpang yang butuh penyebaran waktu cepat. Kejadian ini tentunya mengganggu kenyamanan penumpang, namun kejadian ini tak sepenuhnya kesalahan nahkoda.

Tentu nahkoda juga tak ingin hal ini terjadi, namun semuanya takdir sehingga bisa menabrak gangway tersebut. Akibat cuaca buruk berupa angin kencang dan kuat arus, nahkoda sudah berusaha mengendalikan kapal yang dibawanya.