PDIP : Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah Pemimpin Sederhana!

18

Pemilihan Presiden 2019 mendatang makin lama makin memanas. Ada saja hal hal yang di jadikan pertarungan dan pertentangan. Kedua kubu sendiri juga memperlihatkan persaingan mereka masing masing. Bahkan keduanya sangat di lihat oleh masyarakat. Media menyoroti setiap pertemuan, setiap gerak gerik dan perilaku ucapan yang di keluarkan para calon wakil dan pemimpin rakyat.

Seperti yang kita ketahui bahwa calon presiden dan calon wakil Presiden yang akan bersaing di pemilihan presiden 2019 mendatang ada kurang lebih 02 Paslon. Dimana nomor 01 adalah pasangan calon Presiden dan Wakil presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin. Dan nomor urut 02 ada dengan pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Setiap perilaku keempatnya bahkan selalu menjadi berita yang viral jika di beritakan.

Bahkan salah satu anggota sekretaris Jendral dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang bernama Hasto Kristiyanto sendiri memang melihat bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 sendiri adalah para pemimpin rakyat yang memang lahir mulai dari orang bawah, berasal dari rakyat. Tidak hanya menyebut dan membela Joko Widodo dan Ma’ruf Amin saja, bahkan Hasto Keistiyanto sendiri membandingkan Jokowi Ma’ruf dengan Prabowo – Sandi.

Walaupun tidak menyebutkan nama, namun beliau menyindir mengenai setiap kesalahan yang di lakukan oleh pasangan calon nomor urut 02 tersebut. Bahkan Hasto mengatakan bahwa Jokowi dan Ma’ruf Amin sendiri memang terlahir dari kepemimpinan rakyat dan mereka sangat memahami mengenai kebudayaan Indonesia. Ia merasa berada dengan lawannya, bahwa mengunjungi dan berziarah di makam saja tidak mengerti aturan dan budaya. Pernyataan tersebut di nyatakan di Graha Korpro di Lamongan pada Minggu (18/11) ini tadi.

Nah, menurut Hasto sendiri, ia mengamati setiap hal yang terjadi di Pemilihan Presiden 2019 sendiri ada pihak yang di ajak untuk adu gagasan dan pemikiran ide namun malah tidak mau dan meributkan hal yang tidak penting oleh salah satu pasangan calon. Tentunya Hasto berpikir bahwa beradu prestasi dengan lawannya pun tidak bisa. Malah dengan cara saling menggulingkan lah caranya, tentu ini bukanlah persaingan yang sangat tidak sehat, apalagi mereka merupakan calon pemimpin. Jika pemimpinnya saja seperti itu, bagaimana dengan masyarakatnya jika memilih pemimpin seperti itu.

Bahkan Hasto Kristiyanto sendiri menyatakan bahwa kubu lawan tidak mau untuk beradu prestasi, karena di anggap tidak memiliki prestasi. Bahkan di ajak untuk beradu program, mereka tidak memiliki program apa – apa. Hasto meminta setiap partai politik terus menjaga hubungan yang baik dan kompak untuk Pemilihan Presiden 2019 mendatang, ia sangat berharap supaya tidak memiliki masalah dan pertentangan antara kader dengan kader lainnya.

Di dalam Acara yang di lakukan di Lamongan ini sendiri, Hasto menyampaikan salah satu perintah dari Ketua umum dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang merupakan anak dari presiden pertama Indonesia. Tentunya untuk melaksanakan kader untuk memenangkan Jokowi dan Ma’ruf amin pada pemilu mendatang.

Di acara ini nampak Hasto tidak datang sendiri, namun juga ada Djarot Saiful Hidayat yang merupakan ketua DPP dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan juga terlihat Bupati Lamongan sendiri, yang bernama Fadeli.