PB Djarum Hentikan Audisi Umum Beasiswa Karena KPAI, Kok Bisa?

22

Berita mengejutkan datang dari salah satu Persatuan Bulu tangkis (PB) Djarum. Beberapa waktu lalu, PB Djarum mengumumkan akan menghentikan melakukan penerimaan audisi umum beasiswa bulu tangkis. Hal ini dikarenakan adanya polemik yang muncul terkait dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru – baru ini.

Pemberitaan beredar dimana KPAI melakukan tudingan kepada PB Djarum terkait adanya kemungkinan PB Djarum melakukan eksploitasi anak lebih lanjut KPAI meminta dan mendesak Djarum Foundation untuk menghentikan segala aktivitas terkait penggunaan anak sebagai media promosi brand image yang dilakukan dalam kegiatan audisi. 

Tudingan KPAI tidak hanya sampai tahap eksploitasi anak. KPAI menilai pihak Djarum menggunakan anak – anak untuk mempromosikan produk mereka yang identik dengan rokok.

Menindak lanjuti tudingan ini, PB Djarum memutuskan untuk menghentikan audisi umum beasiswa bulu tangkis, dan tahun 2019 menjadi tahun terakhir penerimaan audisi umum calon atlet PB Djarum. Kepastian ini di konfirmasi langsung oleh Yoppy Rosimin, selaku Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, saat ditemui dalam konferensi pers di Hotel Aston Imperium, Sabtu (7/9/2019)

Ia menyatakan tahun 2019 akan menjadi tahun perpisahan kami  terhadap event audisi. Mulai tahun depan, event ini akan ditiadakan. Lebih lanjut ia mengatakan akan mengusulkan dua opsi agar gelaran Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis tetap berjalan. Usulan yang pihaknya ajukan adalah melepas seluruh nama Djarum di event audisi tersebut, mulai dari dekor hingga pakaian, logo Djarum tidak akan disematkan. Para peserta juga boleh memakai kaos yang mereka bawa sendiri.

Namun, diketahui KPAI menolak usulan Yoppy. KPAI terus meminta pelaksanaan audisi umum harus steril dari brand Djarum itu sendiri. Menanggapi hal tersebut, Yoppy mengatakan pihaknya tidak bisa menghapus nama Djarum sama sekali. Yang bisa mereka lakukan adalah mengurangi penamaan Djarum dalam event.

Setelah mengalami perundingan yang cukup alot namun tidak menemui titik terang, akhirnya pihak PB Djarum memilih untuk menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis yang sudah dilakukan sekian lama serta banyak menelurkan berbagai atlet berprestasi yang berhasil membanggakan Indonesia.

Ketika ditanya sampai kapan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum akan dihentikan, Yoppy mengaku belum bisa mengkonfirmasinya. Ia mengatakan pemberhentian ini jadi untuk sementara, ataupun selamanya. Ia juga sudah mempasrahkan saja ke publik. Namun, ia memastikan kalau Audisi Umum tahun 2019 akan tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya. Final akan di laksanakan di Kudus pada bulan November 2019 mendatang.

PB Djarum juga akan melakukan pencarian generasi – generasi baru dengan mendatangi turnamen – turnamen lokal dan memantau beberapa pemain yang memiliki potensi. PB Djarum juga memastikan sekolah bulu tangkis binaan Djarum Foundation akan tetap menerima calon – calon atlet.

Banyak orang tua yang memiliki anak dengan minat terhadap olah raga bulu tangkis mengaku kecewa dengan keputusan PB Djarum ini. Tidak terkecuali Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Ia berharap Audisi Umum Beasiswa Djarum tetap digelar setiap tahun sebagaimana mestinya.

PB Djarum banyak memiliki atlet – atlet bulu tangkis berprestasi, sebut saja Liliyana Natsir, Tontowi Ahmas, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, hingga legenda bulu tangkis, Liem Swie King serta Alan Budikusuma.