Patah Hati? Jangan Berlarut-larut

24

Patah hati? Pernahkah? Tentu saja! Apalagi bagi yang menginjak umur dewasa awal, sudah pasti pernah mengalami yang namanya ‘patah hati’. Patah hati karena tidak memperoleh pekerjaan atau posisi yang diinginkan, apalagi patah hati yang disebabkan oleh kekecewaan terhadap orang yang benar-benar disayang.

Saat patah hati datang, rasanya semua anggota badan menjadi lemas seketika, tulang berasa rapuh dan dingin, dunia bagai hendak runtuh. Ya.. wajar saja sih, terlebih lagi jika disebabkan oleh sang pujaan hati. Terutama, saat kita sudah berkomitmen, rupa-rupanya dia malah tak serius dan hanya main-main saja. Itu benar-benar menyakitkan dan menghancurkan!

Disebabkan patah hati, sering kali orang-orang terkurung dalam dimensi kesedihannya, dan menjadi lalai dengan dirinya sendiri. Murung, tak mau makan, tak mau belajar, tidak semangat bekerja, hilang kepercayaan diri, merasa hancur, berduka, dan berbagai macam perasaan negative dan ambruk lainnya akan datang satu per satu. Tapi, tahukah kamu, jika kamu tetap bersikukuh mempertahankan keadaan yang demikian, hanya akan membuat dirimu sendiri rugi dan celaka. Karena kamu telah bersusah payah memupuk rasa sedihmu yang sama sekali tidak membantu untuk menjadikan dirimu lebih baik.

Wajar saja jika seseorang yang sedang patah hati mengalami kesedihan. Namun, sedapat mungkin, ia harus kembali sadar, bahwa berlama-lama dalam menikmati kesedihan itu tidaklah baik. Bahkan hanya membuang waktunya yang berharga saja.

Bersedihlah! Menangislah! Beri ruang untuk dirimu sendiri! Tapi, kamu harus ingat, bahwa apapun yang terjadi, tidak akan terjadi begitu saja. Selalulah berpikir positif, tanamkan di dalam hati dan pikiranmu, bahwa setiap yang terjadi pasti ada hikmahnya. Setiap peristiwa, baik ataupun buruk, pasti mengandung nilai-nilai pelajaran. Untuk itu, meski dalam suasana patah hati, kamu harus bisa memaksa otakmu untuk berpikir positif, kamu harus mampu membujuk hatimu untuk bersabar dan yakin, bahwa apapun itu, aka nada hikmahnya.

Semua yang terjadi dalam diri manusia, tidak lain karena kehendak Yang Mahakuasa. Untu itu, kita harus selalu berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Anggaplah ketika kamu diberi kekecewaan dan patah hati, itu adalah cara Sang Pencipta untuk menjadikanmu lebih kuat lagi. Ia hendak mendidikmu menjadi pribadi yang lebih bijaksana lagi, agar di masa yang akan datang, kamu mampu menjalani dan menghadapi segala ujian dan cobaan yang akan terjadi.

Anggaplah patah hati yang sedang kamu alami sebagai bagian dari latihan pemantapan diri, emosi, dan untuk membentuk dirimu lebih baik lagi. Mungkin saja itu hanya sebuah ujian untuk menguji hatimu, atau mungkin saja itu merupakan sarana penggugur dosamu. Untuk itu, saat kita patah hati, jangan bersedih berlebihan. Bersedihlah, pasrahkan semua pada Yang Mahakuasa, niscaya kamu akan menemukan ketenangan dan kedamaian. Yakinlah, Sang Pencipta tidak mungkin menginginkan kamu terluka, kecuali luka itu membuatmu lebih kuat.