Para Perempuan Tangguh disekitar Kita

9

“Yang penting Halal.” Sebuah jawaban kaum perempuan zaman sekarang yang rela bekerja di bidang seharusnya di lakukan oleh laki – laki. Tuntutan ekonomi memungkinkan perempuan – perempuan tersebut bekerja tidak sewajarnya yang biasa dilakukan oleh kaumnya. Faktor lain selain ekonomi adalah niat dan keinginan besar mendorong mereka berkutat pada pekerjaan tersebut.

Sangat beruntunglah, kita sebagai perempuan zaman sekarang dapat merasakan kebebasan dalam memilih pekerjaan selagi mampu dan itu halal. Mungkin saja bila tidak ada Emansipasi wanita yang diperjuangkan oleh R.A Kartini para perempuan tidak dapat bekerja seperti sekarang. 

Diluar sana ada banyak penerus Kartini yang berjuang untuk keluarga, para perempuan tangguh dan jarang sekali terlihat mengeluh bila dilihat dari senyum bibirnya. Mereka adalah para perempuan pemilik hati tulus, yang ikut serta dalam mensejeterahkan ekonomi keluarga:

  • Perempuan Petugas Kebersihan

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sebuah pekerjaan mulia namun memiliki banyak risiko juga, karena mengharuskan mereka bekerja di jalan raya demi memastikan jalan – jalan protokol bersih dari sampah. Selain itu PPSU harus bekerja dibawah terik matahari dan selalu bersedia berkutat dengan debu jalanan bahkan kotoran yang lain.

Sehingga mustagil sekali bila dilakukan oleh kaum perempuan. Namun nyatanya ada yang melakukannya, beberapa bulan lalu sempat viral di media sosial seorang petugas kebersihan atau PPSU yang begitu cantik, dia bernama Sellha Purba, satu dari sekian banyak petugas kebersihan perempuan yang ada di Indonesia.

Alasan dia bekerja sebagai PPSU memang tulus dari hati bukan  semata – mata karena ingin viral dan dikenal oleh banyak orang.

  • Perempuan Buruh Kasar

Buruh Pekerja kasar adalah buruh yang menggunakan keahlihan fisiknya karena tidak memiliki kemampuan lain di bidang tertentu. Kalian dapat menemukan mereka dengan mudah  di pasar – pasar tradisional, mereka memiliki tugas mengangkat dan membawa berbagai macam barang dari truk yang akan di stok di toko – toko.

Adapun barang yang sering mereka angkat adalah Lusinan pakaian, perabotan – perabotan dapur, kiloan buah – buahan dan masih banyak lagi. Pekerjaan ini sangat identik sekali dengan kaum laki – laki yang membutuhkan fisik kuat, nyatanya di zaman sekarang kaum perempuan juga melakukannya. untuk menambah pendapatan keluarga.

  • Satpam Perempuan

Seorang Satpam memiliki tugas mengamankan, tentunya tidak sembarang orang dapat melakoni pekerjaan ini. Berani dan pandai membela diri dua dari sekian banyak syarat yang harus dimiliki.

Dahulu banyak sekali petugas keamanan / satpam adalah laki – laki, seiring berjalannya waktu tidak jarang akan ditemui beberapa kantor mempekerjakan para security perempuan untuk mengamankan kantornya ataupun membantu melayani para pengunjung yang membutuhkan bantuan.

Sosok perempuan tersebut adalah Nuryin asal Surabaya yang sebelumnya merupakan seorang model, ia berhenti karena tidak percaya diri dengan berat badannya yang semakin jauh dari ukuran ideal.

  • Sopir Perempuan

Sopir bertugas mengendarai kendaran di darat seperti  bus, truk dan banyak lagi. Biasanya memiliki ciri; perawakan besar dan cekatan dalam melenggak – lenggokkan setir kendaraanya, dan dapat dipastikan didominasi dengan kaum laki – laki. Namun itu dulu, sekarang akan banyak ditemui sopir perempuan yang tidak kalah lihai dalam mengemudikan kendarannya.

Salah satunya ibu Henny Pricathiningsih pengemudi di Transjakarta asal Cilacap yang sebelumnya pernah bekerja diluar negeri dan akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia karena desakan orang tuas, merasa penasaran dan tertantang menjadi pengemudi bus. Sosok ibu Henny bukanlah satu – satunya sopir perempuan yang ada, selain beliau tentunya masih banyak lagi diluar sana.

  • Kuli Bangunan Perempuan

Tidak diragukan kembali, kuli bangunan adalah pekerjaan yang sangat berat dan mustahil bila dikerjakan oleh perempuan. Akan tetapi tidak untuk Brenda Trivena Grace Selea gadis canti asal Manado yang dulunya masih seorang mahasiswi dan sempat viral karena bekerja sebagai kuli bangunan.

Pekerjaan tersebut dilakukan semata – semata demi membantu kehidupan keluarga dalam biaya kuliah dan berbakti pada orang tua.

  • Pekerjaan Menjadi Ibu

Dapat menjadi seorang ibu adalah keberuntungan besar bagi seorang perempuan, meskipun berat mereka tidak pernah mengharap timbal balik sepersenpun dari sang anak. Bekerja sehari penuh, tidak pernah ada kata libur untuk mereka dan berusaha selalu ada meskipun anaknya telah beranjak dewasa mereka tidak pernah mengurangi kasih sayangnya.

Lalu adakah pekerjaan yang lebih tulus lagi selain menjadi seorang Ibu? Jadi kiranya memang pantas julukan “pahlawan” disematkan pada mereka.

Dari pembahasan diatas, seharusnya semakin membuat kita paham dan sadar bahwa pahlawan – pahlawan perempuan sekarang ini dapat ditemukan dengan mudah karena, mereka berada  begitu dekat dengan kita. Setelah kalian menemukannya semoga kita semakin menghargai pekerjaannya dan tidak memandang sebelah mata mereka.