Olimpiade Tokyo 2020 The Daddies Tidak Mau Ketinggalan Meskipun Sudah Cukup Berumur

6

Tua bukan penghalang untuk bisa berprestasi. Cocok sekali dengan pebulu tangkis senior yang biasa dijuluki The Daddies ini. Umur mereka bukanlah halangan bagi dua sosok senior ini untuk bisa meraih kesuksesan dan kemenangan.

Bahkan hingga saat ini pun mereka masih bisa berprestasi dan membuktikan pada dunia bahwa kualitas mereka tetap sama meskipun sudah semakin berumur. Pasangan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan ini merupakan salah satu calon atlet dari sektor ganda putra yang terkuat dalam seleksi Olimpiade Tokyo 2020.

Kualitas dan konsistensi yang dipertahankan The Dadsies tentu menunjukkan hasil yang nyata, yaitu kemenangan mereka dalam meraih juara di kompetisi All England 2019. Ternyata mereka juga hampir saja mendapat juara Singapura Open 2019 namun akhirnya tumbang dan menjadi juara kedua.

Tidak tanggung—tanggung lagi, mereka juga saat ini menduduki peringkat empat sedunia lhoh! Beberapa yang lalu kepala pelatih ganda putra PBSI yaitu Herry Iman Pierngadi sempat mengakui bahwa pasangan Hendra dan Ahsan saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda sebagai pemain bulu tangkis profesional.

“Hendra/Ahsan cukup konsisten dan stabil. Sejauh ini mereka kalau main di satu turnamen pasti minimal sampai semifinal, dan beberapa kali ke final. Konsisten, tapi tetap harus dievaluasi kekurangan dan kelebihannya,” begitu kata Herry saat diwawancarai pada hari Kamis (18/4/2019).

Semakin hari sepertinya performa yang ditunjukkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon semakin menurun ini akan berdampak pada kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 karena tentunya The Daddies akan menjadi target dari pasangan-pasangan lain dari Negara lain. Jadi, tetap semangat untuk The Daddies.

Ternyata ada persaingan ketat dari mereka yang berada di top 5 besar dunia. Mereka saling beradu kekuatan dengan kompatriotnya sendiri. Baik Hendra dan Ahsan, atau Kevin dan Marcus, atau Fajar dan Rian, mereka semua tidak pernah terlalu memperhitungkan angka perolehan mereka saat bertanding.

“Kalau rankingnya sama-sama tinggi kan (di turnamen BWF, Red) bisa ketemu di semifinal atau di final. Kalau rankingnya terlalu jauh, ketemunya di babak-babak awal. Yang selama ini terjadi kan begitu. Kalau pengaturan hasil pertandingan nggak ada kok, mereka fight semua,” lanjut Herry kepada media.

Terus pantau artikel selanjutnya, karena akan ada informasi penting lainnya dan hanya Anda temukan di Doripos.com. Semoga bermanfaat.