“Nyanyi Sunyi Revolusi”, Teater yang Mengangkat Kisah Penyair Amir Hamzah

66

Dalam tradisi sastra modern, Amir Hamzah adalah salah satu penyair yang memiliki pengaruh besar. Oleh karena itu, Titimangsa Foundation berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation memutuskan membuat pagelaran pertunjukan teater dengan tajuk, “Nyanyi Sunyi Revolusi”. Pertunjukkan ini diangkat dari kisah Amir Hamzah.

“Ketika kita menyebut sastra modern, pasti yang teringat dalam kepala kita adalah sosok Chairil Anwar. Itu hal yang lumrah. Namun, sosok Amir Hamzah merupakan sosok yang sama pentingnya dengan Chairil Anwar bila menyangkut sastra modern.” ungkap Ahda Imran, penulis naskah “Nyanyi Sunyi Revolusi” saat ditemui dalam jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Thamrin, Jakarta Pusat.

Iswadi Pratama yang ditunjuk sebagai sutradara, menggaet para pemain teater dari kelompok Teater 1 Lampung. Alasannya, para pemain ini mampu menghidupkan pertunjukan dari Nyanyi Sunyi Revolusi ini. Para pemain pun sudah mulai menjalani latihan intensif sejak Oktober 2018 silam.

Iswadi juga menambahkan, pertunjukan teater ini akan menghadirkan ruang sunyi. Ruang sunyi ini terinspirasi dari sosok Amir Hamzah yang mempengaruhi karya sastranya. Selain itu, jalan cerita juga akan mengisahkan kehidupan asmara serta konteks sosial yang pernah dialami Amir Hamzah saat itu.

“Saya menaruh pesan dimana seorang Amir Hamzah adalah sosok yang mengajarkan kita bagaimana memaafkan dan mencintai. Amir Hamzah juga meninggal karena dua kata itu. Di antara banyak konflik yang terjadi, ia sampai mati mampu memaknai kata itu. Oleh karenanya, saya harap dalam pertunjukkan teater ini jangan mencari perlawanan.”

Pertunjukkan teater Nyanyi Sunyi Revolusi sudah dipersiapkan sejak sekitar dua tahun silam, khususnya dalam menggarap naskah. Happy Salma, selaku produser juga banyak terlibat dalam pembuatan naskah dengan Ahda Imran.

“Ini adalah pertunjukan teater ke-39 dari Titimangsa Foundation. Dan saya harap pertunjukan kali ini bisa menyampaikan pesan yang tersirat didalamnya secara utuh dan dapat diterima bagi yang menikmatinya. Saya juga bersyukur dan merupakan suatu kebanggan bagi saya bisa terlibat dalam pertunjukan besar seperti ini.”

Sementara itu, pertunjukkan teater Nyanyi Sunyi Revolusi akan digelar pada tanggal 2 dan 3 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta. Para pemain yang terlibat antara lain Lukman Sardi (Amir Hamzah), Sri Qadariatin (Ilie Sundari), Prisia Nasution (Tengku Tahura), dan Dessy Susanti (Tengku Kalimah).