Novak Djokovic Tak Mau Vaksin Antivirus Corona

17

Marbella, 21 April 2020 – Novak Djokovic yang saat ini dikenal sebagai petenis tunggal putra nomor satu di dunia ini tidak mau menjalani suntikan vaksin antivirus corona. Petenis asal Serbia ini sama sekali tidak percaya kepada vaksin ataupun antivirus sehingga dia enggan melakukan suntikan.

Saat ini seluruh dunia sedang diganggu oleh virus corona,  banyak sekali dampak yang dirasakan masyarakat dunia. Memang pertama kali hadirnya virus corona di Wuhan, China kemudian menyebar ke berbagai negara. Akhirnya pemerintah mengambil langkah aman yaitu menerapkan lockdown agar warga negara tidak keluar rumah sebelum wabah virus corona ini berakhir. Dampaknya juga dirasakan dalam  dunia olahraga.

Bahkan sejumlah turnamen baik itu ATP (putra) dan WTP (putri) Tours yang juga dilakukan penundaan diperkirakan hingga tanggal 13 Juli mendatang. Sedangkan dua grand slam yaitu Prancis Open dan Wimbledon (Inggris) kini dilakukan pengunduran  akibat wabah corona yang melanda berbagai negara hingga bulan September 2020.

Saat ini Novak Djokovic berada di Spanyol, dia terjebak di Marbella karena saat ini sedang lockdown. Novak Djokovic yang kini sudah berusia 32 tahun ini  tetap tidak mau divaksinasi supaya dia bisa pergi dengan bebas jika antivirus sudah berhasil ditemukan. Pada saat ini memang yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah berusaha untuk patuh terhadap pemerintah agar tetap berada di rumah saja.

Novak Djokovic menyebutkan bahwa dia tidak ingin siapapun memaksanya untuk melakukan vaksinasi. Dia menolak secara pribadi namun jika ini adalah kewajiban, dia akan mempertimbangkan untuk membuat keputusan lagi. Keputusannya saat ini merupakan pandangan pribadinya sendiri terhadap vaksin untuk corona.

Djokovic yang disapa dengan Nole ini mengatakan dia memiliki alasan ataupun pandangan sendiri mengapa tidak ingin melakukan vaksinasi. Bahkan dia pun belum tahu sampai kapan dia akan berpegang teguh pada prinsipnya ini, apakah nanti hal ini berubah menjadi dia setuju melakukan vaksinasi, Nole sendiri pun tidak dapat memprediksi.

Nole mengatakan bahwa jika bulan depan yakni bulan Juli, Agustus ataupun bulan September musim tenis akan dilanjutkan. Meskipun sulit nantinya, Nole paham vaksinasi adalah sebuah keharusan setelah karantina yang ketat dijalani saat ini. Bisa saja Nole bersedia menjalani vaksinasi dan juga besar kemungkinan Nole tetap tidak ingin divaksinasi.

Jadi, salah satu alasan mengapa Nole tidak ingin vaksinasi karena sejauh ini dia tidak percaya sama sekali dengan vaksinasi tersebut. Namun, Nole juga belum tahu ketidakmauannya ini akan bertahan sampai kapan. Perkembangan penanganan terhadap virus corona akan menjadikan Nole akan mempertimbangkannya nanti.