Nasib Pertelevisian yang Semakin Mundur di Zaman Milenial

12

Di era milenials yang serba digital ini, lagi lagi kita dipukul telak oleh fakta bahwa fungsi fungsi teknologi alternatif kembali terasingkan. Salah satu yang baru baru ini marak adalah banyak industri pertelevisian yang mengalami kebangkrutan. Bahkan di Negara negara Amerika dan Eropa, industri pertelevisian membuat alternatif lain dengan juga menyiarkan stasiun acaranya di portal internet seperti Youtube.

Dengan kata lain, saat ini menonton online lebih populer dibandingkan menonton tayangan televisi. Di Indonesia sendiri, berita kebangkrutan NET TV menjadi salah satu fakta besar bahwa di Indonesia juga tak luput dari fakta berkurangnya minat publik menonton TV. Bahkan penelitian yang baru baru ini dilakukan di Amerika menyatakan bahwa 80% Masyarakatnya lebih memilih menonton tayangan dari Internet daripada melalui TV.

Agar memberikan gambaran pada pembaca, berikut beberapa alasan kenapa tayangan melalui portal internet lebih populer dibandingkan tayangan Televisi.

1. Lebih Mobile

Menonton tayangan acara melalui portal Internet rupanya dianggap sangat praktis, efektif dan mobile oleh milenials. Selain simpel, menonton melalui portal Internet bisa dilakukan dimana dan kapan saja melalui smarthphone, Tablet maupun Laptop.

Hal ini merupakan faktor utama mengapa Televisi mulai ditinggalkan. Menonton tayangan Televisi dirasa cukup merepotkan dan tidak efektif di Zaman Modern ini.

2. Banyak Pilihan

Berbagai layanan dan tayangan di Portal Internet tersedia puluhan bahkan ratusan. Kita bisa menonton Youtube, Netflix, Instagram, Facebook dan lain-lain. Melalui portal Internet, publik bisa memilih berbagai layanan tayangan dari siaran ulang televisi, acara berita, acara politik dan yang lain secara tidak terbatas waktu maupun tempat.

3. Iklan yang Tidak Terlalu Banyak

Di Youtube, selingan iklan bahkan bisa kita skip, sedangkan pada Netflix, Instagram, Facebook dan yang lain bahkan sama sekali tidak memiliki iklan yang seringkali dianggap mengganggu oleh penonton. Hal ini berbanding terbalik dengan acara Televisi yang bisa berisikan 3-4 iklan dengan durasi 10-30 detik iklan masing-masingnya.

Para ahli teknologi rupanya sudah menduga hal ini akan terjadi. Salah satu cara bagi agar tayangan televisi tetap ada untuk masa depan adalah agar industri pertelevisian juga menyajikan dan membuat lama online.

Jadi tak hanya oflline, namun tayangan televisi juga bisa dinikmati secara online. Selain itu menciptakan program-program bermutu dan menarik bagi milenial agar tetap memiliki minat menonton tayangan televisi.