Nasi Sisa Kemarin Bisa Untuk Diet?

76

Nasi putih, siapa yang tidak tau dengan nasi putih? Nasi putih sudah menjadi makanan pokok bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hampir seluruh masyarkat Indonesia mengonsumsi nasi putih. Padahal ada beberapa jenis makanan pokok masyarakat Indonesia, seperti jagung dan sagu. Namun pada saat ini, hal itu sudah bergeser, masyakarat lebih memilih untuk mengonsumsi nasi putih dibandingkan dengan jagung maupun sagu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, hingga juni 2018 impor beras mencapai 865.519 ton.

Sensasi rasa kenyang yang diberikan bila mengonsumsi nasi memang lebih lama jika dibandingkan dengan mengonsumsi jagung maupun sagu. Selain itu juga, rasanya yang manis mungkin menjadi alasan mengapa masyarakat lebih memilih mengonsumsi nasi putih. Nasi putih, jagung, maupun sagu sama–sama memiliki kandungan zat gizi makro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, yaitu karbohidrat. Karbohirat ini dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Energi inilah yang kita gunakan untuk melakukan aktivitas sehari – hari.

Meskipun menjadi sumber karbohidrat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, namun tak jarang bahwa nasi putih dituduh menjadi penyebab dari kegemukan. Kita sering mendengar mengenai berbagai macam diet, dan dalam diet–diet tersebut sering mengurangi konsumsi nasi atau bahkan malah tidak mengonsumsinya. Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan pernyataan bahwa nasi sisa kemarin bisa menurunkan berat badan.

Nasi putih memiliki kandungan pati resisten. Pati resisten adalah pati yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh. Nasi putih sisa kemarin (telah mengalami penurunan suhu dalam jangka waktu lama), akan mengalami proses retrogradasi yang mana proses ini akan menyebabkan nasi memiliki kadar pati resisten yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasi yang baru matang.

Pati sendiri sebenarnya merupakan sumber energi. Hal ini dikarenakan pati masih termasuk dalam keluarga karbohidrat. Tetapi pada pati resisten tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus halus, sehingga karbohidrat yang terkandung tidak dapat terserap kedalam tubuh. Hal ini akan membuat energi yang masuk kedalam tubuh menjadi berkurang. Apabila energi yang masuk kedalam tubuh kurang, maka tubuh akan lemas dan kita akan sulit untuk melakukan kegiatan sehari–hari.

Nasi putih sisa kemarin atau nasi putih yang telah mengalami retrogradasi dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk menurunkan berat badan. Hal ini karena nasi hanya akan memberikan sensasi kenyang saja akibat kadar pati resisten yang tinggi sehingga membuat karbohidrat yang ada tidak dapat diserap oleh usus. Hal ini pula didukung dengan adanya beberapa penelitian yang telah dilakukan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Tiun Hudkk pada tahun 2012, mengatakan bahwa diet rendah karbohidrat ini menguntungkan untuk penurunan berat badan dan dapat dianjurkan bagi penderita obesitas. Dalam penelitian lain yang telah dilakukan oleh Thomas L. Halton pada tahun 2006, mengatakan bahwa diet rendah karbohidrat ini memiliki efek menguntungkan pada kolestrol High Density Lipoprotein (HDL) dan tingkat trigliserida. Namun hal ini memiliki efek yang buruk pada kolestrol total dan kadar kolestrol Low Density Lipoprotein (LDL).

Apabila kita menginginkan berat badan yang ideal tidaklah sulit. Cukup dengan mengimbangi energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan. Semua makanan itu sehat, tinggal bagaimana cara kita untuk mengatur makanan yang kita konsumsi agar tidak berlebihan dan tidak menjadi penyakit bagi diri sendiri.