Mulan Jameela Didemo Warga Garut, Dinilai Tak Layak Menang

24

Warga Garut yang tergabung dalam Solidaritas Aktivis, Pemuda dan Masyarakat melakukan aksi di depan kantor DPC Gerindra Kabupaten Garut hari ini, Senin (23/9/2019).

Aksi ini merupakan buntut dari penetapan Mulan Jameela sebagai anggota DPR RI. Warga Garut dan kader Gerindra melakukan protes keras tanda tidak setuju Mulan menggantikan Ervin Luthfi.

Kantor yang berada di Jalan Proklamasi Tarogong Kidul sontak ramai dipenuhi pendemo. Warga menuntut Ervin Luthfi ditetapkan sebagai anggota DPR RI dari Gerindra.

Ervin Luthfi yang diwakili oleh juru bicaranya, Dedi Kurniawan menyampaikan bahwa aksi ini adalah luapan kekecewaan masyarakat Garut atas keputusan DPP Gerindra memberhentikan Ervin Luthfi yang sebelumnya telah ditetapkan menjadi anggota DPR RI dan menggantikannya dengan Mulan Jameela.

Dedi melihat ini sebagai preseden buruk bagi demokrasi di tanah air. Karena itu tidak bisa dibiarkan. Keputusan DPP Gerindra harus ada yang mengingatkan. Sebagai pelajaran berpolitik bagi bangsa Indonesia.

Pada Senin seminggu yang lalu (16/9/2019), KPU mengeluarkan surat keputusan yang seolah melebarkan jalan bagi Mulan Jameela untuk duduk di Senayan. KPU menetapkan Mulan sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

Sebelum Gerindra mempromosikan Mulan, Partai yang diketuai Prabowo tersebut lebih dulu memberhentikan Ervin Luthfi dan Fahrul Rozi dari pencalonan dengan dalih tidak memenuhi persyaratan.

Inilah awal dari segala kontroversi yang terjadi dalam memperebutkan kursi anggota dewan. Hasil pemilu legislatif yang berlangsung April lalu jelas menunjukkan raihan suara Mulan Jameela ada di bawah Ervin dan Fahrul.

Ketua KPU Arief Budiman memasikan, langkah meneapkan Mulan Jameela sebagai anggota DPR RI sesuai dengan UU Pemilu.

Dalam kasus ini, Mulan yang pada awalnya tidak lolos ke parlemen, berubah menjadi caleg yang telag terpilih karena alasan sebagai pengganti caleg terpilih yang dipecat oleh partai gerindra.

Warga dan sejumlah elemen masyarakat Garut sudah melakukan pertemuan lebih dulu membahas kesewenang-wenangan DPP Gerindra serta KPU.

“Saya selaku masyarakat Garut kecewa, KPU tidak konsisten,” kata Koordinator aksi, Heri Rustiana seperti dikutip Antara.

Heri melihat pencopotan Ervin tidak berdasar. Penggantian caleg haruslah karena kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan caleg tersebut.

Ervin menurut Heri adalah sosok pemuda, pengusaha dan juga aktivis dari Garut yang potensial menjadi kepanjangan lidah masyarakat Garut di DPR RI. Itulah yang menyebabkan Ervin bisa raih suara terbanyak.

Masyarakat saat ini menuntut penjelasan dari KPU Kabupaten, KPU Provinsi dan KPU Pusat terkait aturan dan hasil putusan rekapitulasi suara caleg. DPP Gerindra pun tak luput dari tuntutan ini.

Mulan Jameela dan Partai Gerindra tampaknya belum menanggapi atau mengomentari protes warga Garut ini.

Sumber:cnnindonesia.com