Misteri Kebohongan Ratna Sarumpaet Di Kemukakan Polisi! Begini Kronologinya

66

Polisi telah sudah mulai membuka setiap kebohongan Ratna Sarumpaet yang terkenal membuat hoax untuk dirinya sendiri tersebut lewat asistennya pribadinya. Ini terungkap ketika adanya penyidikan aparat kepolisian yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

Telah di ketahui bahwa Ratna Sarumpaet di nyatakan sebagai tersangka pada 4 Oktober lalu. Sejak hari itu, polisi terus mengembangkan setiap kasus penyebaran berita Hoax ini.

Asisten Dari Ratna Sarumpaet yang bernama Ahmad Rubangi telah di periksa oleh polisi pada hari Senin (22/10) kemarin. Rungangi ini sendiri di periksa menjadi saksi dalam kasus penyebaran hox dan berita bohong ini. Asisten Ratna Sarumpaet di periksa selama 8 jam dan di berikan sebanyak 35 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Kuasa Hukum dari Ahmad sendiri mengatakan bahwa para asisten Ratna awalnya peristiwa dari pengeroyokan dari Ratna Sarumpaet di Bandung pada tanggal 21 September 2018 itu benar. Apalagi ketika melihat foto dari Ratna Sarumpaet yang terlihat babak belur apalagi di bagian wajah yang lebam.

“Kemudian Ahmad Rubangi dan Teman temannya di rumah, Asisten dari ibu ratna itu pada tanggal 3 Oktober pagi jam 07.00, semuanya di kumpulkan di rumah. Ya Dirumahnya ibu” Kata akbar kepada penyidik Polda senin malam. Akbar bercerita bahwa asisten Ratna Sarumpaet tersebut mendengar setiap pengakuan itu.

“Kan Kami semua Percaya karena dia adalah salah satu tokoh. Itu berarti kami empati lah sama dirinya. Kami merasa sangat sedih dengan usianya, namun ternyata kenyataan seperti itu, gimana lagi.” Kata Akbar.

Kepada setiap asisten dan pengikut Ratna sendiri berbohong untuk menutupi operasi plastik yang di jalannya dari anak nya. Akbar menyebutkan bahwa dalam pertemuan ini, asisten dari Ratna mengusulkan untuk di lakukan konferensi dan meminta Ratna Sarumpaet mengakui semua kebohongan yang sudah ia lakukan kepada masyarakat.

Ratna kemudian di tangkap di Bandara Soe-Hatta pada tanggal 5 Oktober lalu ketika ia akan mendatangi Konferensi Internasional yang di laksanakan di Cile.

Selain dari asistennya bernama Ahmad tersebut, polisi juga memeriksa banyak orang yang di jadikan saksi dalam kasus ini sendiri. Ada beberapa saksi seperti, Said Iqbal yang merupakan KSP Indonesia, ketua dari dewan kehormatan PAN, Amien rais.

Ada juga beberapa irang lainnya seperti Nanik S yang merupakan wakil ketua tim badan kemenangan Prabowo Sandi, koordinator Jubir dari Badan Pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dsepala Humas Polisi Daerah Metro Jaya, Kombes argo juga menyatakan untuk penahanan kasus berita bohong dan Hoax Ratna Sarumpaet sendiri akan di perpanjang hingga 40 hari lagi. Ratna sendiri di tahan selama 20 hari artinya masa penahanan akan selesai pada tanggal 25 Oktober 2018.

Kuasa hukum dari Ratna Sarumpaet sendiri mengatakan bahwa pihaknya masih belum mendapatkan info tentang perpanjangan dari masa penahanan Ratna.

Dari sini pun, Ratna sudah menjadi soerang tersangka karena penyebaran Hoax atau berita bohong tentang pengeroyokan dirinya sendiri di Bandung, Jawa Barat.

Hari ini (24/10) juga seharusnya Ratna Sarumpaet menghadiri untuk pemeriksaan lebih lanjut, namun Ratna sendiri mengalami sakit sehingga pemeriksaan tidak bisa dilakukan dan harus di undur.

Tersangka sendiri mengaku kondisi kesehatannya sekarang sedang tidak stabil, apalagi sejak dirinya di tahan dan di tetapkan tersangka, dan di tahan di Rumah Tahanan Markas Polisi Daerah Metro Jaya.