Menikah Atau Lanjut Belajar? Temukan Jawabannya Disini

62

Setiap manusia pasti memiliki pilihan hidup. Saking bingungnya memilih, terkadang kita sampai dibuat bingung bahkan sampai galau. Minta pendapat sana sini jawabannya nggak srek di hati bahkan rasanya nggak membuat hati kita jadi tenang. Iya itulah pilihan.

Di usia semakin dewasa tepatnya 20 tahunan banyak orang menentukan pilihan untuk menjalani hidup mereka dengan baik dan bukan lagi main-main. Mereka ingin yang serius dan terbaik dalam tiap langkahnya. Tak mau salah langkah, maka mereka akan berpikir matang-matang.

Wanita di usia 20 tahunan menjadi salah satu contoh orang yang bingung dalam menentukan pilihan. Ia mereka akan berpikir dengan masak dan matang sehingga  berharap tak salah langkah, apalagi soal pilihannya antara meneruskan pendidikan atau jodoh. Wah masalah yang rumit bukan ? keduanya juga sama-sama penting di masa depannya.

Pendidikan memiliki pengaruh yang baik untuk ke depannya nanti, menjadikannya orang yang lebih memahami permasalahan di beberapa masa yang akan datang dan tentunya menjadi panutan untuk anak-anaknya. Akan tetapi di sisi lain, wanita dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi justru membuat pria yang ingin mendekatinya justru merasa minder.

Karena apa ? beberapa dari mereka mengatakan dikarenakan mereka tidak akan bisa mencukupi kebutuhannya dikarenakan wanita yang memiliki jenjang pendidikan lebih tinggi dianggap lebih tinggi kebutuhan yang diperlukannya. Padahal bagi para wanita, hal ini tidak sepenuhnya menjadi persoalan yang rumit.

Wanita hanya ingin mendapatkan pendamping yang nantinya dapat dijadikan imam dan teladan bagi dirinya dan juga anak-anaknya ataupun garis keturunannya nanti. Jenjang pendidikan bukanlah beton yang begitu tebal untuk membangun bahtera rumah tangga di masa hidupnya. Sehingga ini bukan menjadi permasalahan yang begitu rumit.

Melihat dari persepsi ini terkadang orangtua dari pihak wanita merasa cemas dan mencegah anak perempuannya untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Atas dasar itulah, para wanita terkadang cemas. Pilihan mana yang harus diambil jika jodoh dan rejeki untuk melanjutkan pendidikan sudah ada di depan mata. Terkait hal itu coba kita pikirkan hal-hal berikut ini :

  • Perhatikan usiamu

Usiamu yang menurutmu cukup untuk menikah di usia berapa, tentukan atau targetkan dari sekarang. Akan tetapi jika kurang dari usia yang kamu targetkan dan jodohmu sudah datang. Maka mintalah keridhoan orangtuamu untuk menikah. Sebaliknya jika sampai usia sudah melewati usia dari yang kamu targetkan, maka bersabarlah karena jodoh sudah diatur Tuhan.

  • Perhatikan finansialmu

Jika finansialmu untuk melanjutkan pendidikan ada, maka lanjutkan. Dengan catatan belum ada jodoh. Lalu kalau sudah bertemu jodohnya bagaimana ? mintalah ijin pasanganmu untuk melanjutkan pendidikan jika diijinkan. Akan tetapi jika tidak, maka patuhilah. Toh, belajar tidak melulu duduk di bangku formal bukan ? banyak ilmu yang kita dapat dalam lingkungan sekitar kita.

  • Siap lahir batin

Jika kamu belum merasa siap untuk membangun mahligai rumah tangga. Coba berpikir dengan masak, mintalah petunjuk dari Tuhan dan sampaikan alasanmu karena belum siap membangun mahligai rumah tangga. Dengan ini orangtuamu akan paham.

Hidup itu pilihan, bagi siapapun. Untuk itu berpikirlah dengan matang. Jangan sampai menyesali apa yang sudah menjadi pilihan kita. Karena pilihan hanya ditentukan sekali dan tak akan pernah dilakukan berulang kali.

Gunakan kesempatan sebaik mungkin dan percayalah apa yang kamu pilih adalah yang terbaik untukmu dan jangan menyalahkan dirimu jika kamu mulai menemukan masalah dalam pilihanmu. Masalah adalah penguat dari tujuan untuk meraih hasil buahnya.