Mengupas Apa Itu Gereja Lutheran

6

Lutheran adalah gereja yang mengacu pada ajaran Martin Luther, tokoh Reformasi gereja pada abad ke-16 silam.

Sejarah Kemunculan

  • abad 16

Geraja Lutheran adalah sebutan yang diberikan oleh mereka para pengikut Martin Luther. Beliau adalah sang Reformator Gereja pada abad 16 yang mengkritik ajaran dan praktek Gereja pada waktu itu. Tidak diketahui dengan pasti kapan aliran ini mulai muncul.

  • Tahun 1530

Sebab, hingga aliran ini dikenal dengan nama Lutheran, ia telah melalui proses yang cukup panjang dan rumit. Tetapi jika kita mengacu pada proses “pembakuan” ajaran Lutheran, diketahui bahwa aliran ini muncul pertama kali pada tahun 1530 yang dapat kita sebut sebagai awal kemunculan aliran Lutheran.

Pada tahun tersebut untuk pertama kali terbit sebuah dokumen yang berisikan ajaran Martin Luther. Dokumen ini dikenal dengan nama Konfesi Augsburg, dan disusun oleh para teolog pengikut Luther. Di kemudian hari muncul pula dokumen lain yang berisikan ajaran-ajaran Martin Luther.

  • Tahun 1580

Dokumen tersebut pada gilirannya dihimpun dalam sebuah kitab yang diberi nama Kitab Konkord, yang diterbitkan pada 25 Juni 1580. Kitab inilah yang menjadi semacam kanon (patokan ajaran) bagi gereja-gereja Lutheran, yang sejak akhir abad ke-16 sudah semakin menjelma menjadi gereja yang mapan yang ada hingga saat ini.

Pokok Ajaran

Ajaran Martin Luther sebagai ciri khas ajaran Reformasi dideskripsikan dalam 3 hal pokok, yaitu

  • sola fide (hanya iman),
  • sola gratia (hanya anugerah), dan
  • sola scriptura (hanya kitab suci).

Maksudnya adalah, MartinLuther menyatakan bahwa keselamatan manusia hanya bias diperoleh karena iman yang dimilikinya kepada anugerah Allah yang dinyatakan melalui Yesus Kristus, sebagaimana yang disaksikan oleh Kitab Suci.

(Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri).

Dengan demikian, Martin Luther menolak ajaran Gereja saat itu yang menjanjikan keselamatan melalui penjualan surat-surat pengampunan dosa (indulgensia). Martin Luther menyatakan bahwa manusia diselamatkan bukan semata karena amal atau perbuatannya yang baik, melainkan oleh karena anugerah Allah.

Hal ini didasarkan pada perkataan Paulus dalam Surat Roma: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8)

Sakramen

Dalam pengajarannya, Gereja Lutheran mengakui dua sakramen:

  • Pembaptisan

Lutheran mengajarkan bahwa pembaptisan sebuah adalah karya Allah, berlandaskan perkataan dan janji Kristus.

  • Perjamuan Kudus.

Gereja Lutheran percaya bahwa roti dan anggur dalam perjamuan kudus menggambarkan tubuh dan darah Kristus yang sebenarnya yang dianugerahkan kepada umat Kristiani untuk dimakan dan diminum, yang diperintahkan oleh Kristus sendiri.

Komuni Kudus (Perjamuan Tuhan) dipandang sebagai tindakan yang sakral dari pemujaan Kristiani. Gereja Lutheran percaya bahwa roti dan anggur dalam perjamuan kudus hadir bersama dengan tubuh dan darah Yesus, bukannya menggantikan atau melambangkan tubuh dan darah-Nya.

Tata Cara Ibadah

Suasana dalam ibadah di gereja-gereja Lutheran tidak banyak berbeda dari Gereja Katolik Roma. Bagi Lutheran yang terpenting dalam ibadah adalah, bagaimana agar jemaat mengalami dengan nyata kasih karunia Allah di dalam Kristus.

Dan itu hanya bisa dialamai bila Firman diberitakan dengan murni dan dalam bahasa yang dapat dimengerti jemaat. Dalam setiap ibadah Minggu harus ada pemberitaan Firman yang murni (semata-mata dari Alkitab). Sedangkan Perjamuan Kudus tidak mesti diselenggarakan pada setiap ibadah Minggu.

Perkembangan Di Indonesia

Gereja Lutheran pertama kali masuk ke Indonesia bersamaan dengan datangnya orang-orang Belanda/VOC, yakni pada permulaan abad ke-17. Di antara para pegawai VOC ada orang-orang yang beraliran Lutheran, dan mereka inilah yang pertama kali mendirikan Gereja Lutheran di Indonesia.

Di Indonesia, ada sekurang-kurangnya delapan organisasi gereja yang mengaku sebagai penganut paham atau termasuk aliran Lutheran, berkantor pusat di Sumatera Utara dan sekitarnya, yaitu

  • Huria Kristen Batak Protestan (HKBP),
  • Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS),
  • Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB),
  • Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI),
  • Huria Kristen Indonesia (HKI),
  • Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI),
  • Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA),
  • Gereja Kisten Protestan Mentawai (GKPM).