Menghebohkan, Seorang Pria Hilang Misterius di Gunung Slamet

49

Sebuah kejadian menggegerkan warga menimpa seorang pencari rumput di Gunung Slamet, Eko Sumitro (40) warga RT 07 RW 01 Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Ia dikabarkan hilang sejak Jum’at (08/02).

Saat itu ia pergi untuk mencari rumput. Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Adi Candra mengatakan bahwa Eko sedang pergi merumput dengan tetangganya, Narkoyo (27) warga RT 09 RW 03 Desa Kotayasa di lereng Gunung Slamet.

Dengan mengendarai sepeda motor, dua orang tersebut menuju sisi Barat Laut desa untuk mencari rumput di sisi Utara Kenun Raya Baturraden. Jarak yang cukup dekat memudahkan mereka menempuhnya dengan kurang lebih setengah jam perjalanan. Berangkat sekitar pukul 10.30 WIB dari rumah. Mereka pun tiba pukul 11.00 dan berpisah untuk melangsungkan mencari rumput.

Bagi peternak untuk mengumpulkan sekarung rumput tidaklah sulit. Hanya dengan waktu satu jam, mestinya rumput tersebut sudah terkumpul. Sekitar jam 12.00, Narkoyo memanggil Eko untuk mengajaknya pulang, tetap tidak ada jawaban. Ia mengira Eko sudah pulang.

Lantas Narkoyo turun ke lereng dan didapati motor milik Eko masih terparkir di tempat yang sama. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke atas dan mencari Eko hingga pukul 16.00

Karena cuaca berkabut dan hari makin gelap, Narkoyo memutuskan untuk turun dan meminta bantuan kepada petugas Kebun Raya Baturraden. Narkoyo dan petugas pun akhirnya mencari Eko hingga pukul 17.30 dan tetap tidak membuahkan hasil.

Sekitar pukul 20.00 pencarian dilakukan kembali oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari KSB Sumbang, Tagana, Pemuda Pancasila PAC Sumbang dan Baturraden, F-PRB Desa Kotayasa, Jagabaya Baturraden, Petugas Kebun Raya Baturraden, Polsek dan Koramil Baturraden, Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, Perhutani dan warga setempat hingga pukul 21.00

Namun karena kondisi cuaca yang tidak mendukung, akhirnya pencarian dihentikan. Dan akan dilanjutkan pencarian di hari ke dua, Sabtu, 09 Februari 2019 WIB dengan titik kumpul di Kantor Pengelola Kebun Raya Baturraden.

Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 mdpl ini memang kalah tinggi jika dibanding dengan Gunung Semeru yang berada di ketinggian 3.676 mdpl. Namun Gunung Slamet bisa saja mengalahkan ukuran terbesarnya.

Hal itu dibuktikan dengan jangkauan Gunung Slamet yang dapat menjangkau lima kabupaten. Mulai dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, hingga Brebes. Saking besarnya, sampai ada legenda kuno yang menjelaskan bahwa jika Gunung Slamet meletus, pulau Jawa bisa terbagi menjadi dua jika dilihat dari letak Gunung Slamet yang memang berada di tengah Pulau Jawa.

Legenda ini juga diperkuat dengan terjangkaunya sisi Selatan dan Utara Pulau Jawa oleh kaki Gunung Slamet. Alam Gunung Slamet adalah hutan lindung yang masih terlihat nyata. Pemandangan yang bersih dengan pepohonan yang telah berusia ratusan tahun membuat Gunung Slamet bisa dikatakan masih gadis yang belum terjamah oleh tangan kotor manusia.