Mengenal Sosok Nadiem Makarim, Owner Gojek yang Jadi Mendikbud Dalam Kabinet Indonesia Maju

41

Pelantikan para menteri telah selesai pada tanggal 23 Oktober 2019 lalu. Beberapa wajah lama masih tampak di barisan para menteri, namun banyak juga wajah baru yang akan membantu presiden dalam menjalankan tugasnya. Dari sekian banyak menteri, terdapat satu menteri yang sangat menarik perhatian, yakni Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim resmi dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud dalam Kabinet Indonesia Maju. Nadiem Makarim mendapatkan kepercayaan tersebut karena dianggap mampu oleh Joko Widodo. Namun siapakah sebenarnya Nadiem yang sangat menyita perhatian publik ini?

Ternyata Nadiem Makarim adalah owner dari perusahaan start up ojek online asli buatan Indonesia, Gojek. Ya, Nadiem merupakan pelopor dari Gojek yang sangat fenomenal tersebut.

Gojek dibangunnya pada tahun 2010 setelah ia berhenti bekerja dari perusahaan asing karena ingin memulai bisnisnya sendiri. Berawal dari rasa ingin melakukan segalanya sesuai dengan rencana sendiri, ia pun keluar dari perusahaan dan membangun bisnis start up.

CEO Gojek yang telah berhenti pada tanggal 22 Oktober 2019 lalu ini bukan tanpa alasan dipilih oleh Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Menurut Jokowi, Nadiem adalah orang yang paling tepat dalam melakukan pengintegrasian dalam bidang pendidikan nantinya.

Perihal pengelolaan dan penggunaan internet of Things (IoT), artificial Intelligence dan big data menjadi fokus utama yang harus mampu dikuasai oleh sang menteri yang baru. “Perlu orang yang mengerti bagaimana mengimplementasikan inovasi-inovasi yang ada. Berani keluar dari kotak, berani out of the box, berani tidak rutinitas, berani tidak monoton sehingga akan memunculkan sebuah loncatan-loncatan besar yang itu saya melihat pengalaman dari yang muda-muda bisa mendukung itu,” ujar Jokowi.

Nadiem sendiri menjelaskan bahwa ia yakin mampu untuk menciptakan link and match yang diinginkan presiden Jokowi antara pendidikan dan dunia kerja.

Berbagai kebutuhan dasar mengenai konektivitas utama antara pendidikan di Indonesia dapat dibilang telah mampu ia kuasai. Ia hanya perlu mendapatkan data baru hingga perealisasian program di dunia nyata saja.

“Kebutuhan lingkungan pekerjaan di masa depan itu sangat berbeda dan akan selalu berubah. Link and match itu adalah saya akan mencoba menyambung apa yang dilakukan di institusi pendidikan menyambung apa yang dibutuhkan di luar institusi pendidikan,” jelasnya pada pers setelah dilantik.

Muda dan energik, inilah kesan yang akan kita tangkap dari sosok pria berusia 35 tahun ini. Meskipun masih sangat muda, namun Nadiem sendiri telah memiliki berbagai program unggulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sosok Nadiem pun juga menggemparkan dunia Maya. Banyak netizen yang memberikan dukungan pada pria ini. Harapan masyarakat Indonesia pada Nadiem pun semakin besar.

Tak hanya sekedar harapan, berbagai meme kocak tentang Nadiem menjadi bahan perbincangan hangat di dunia maya. Misalnya saja kalimat ‘ bayar SPP pakai go-pay diskon 30%’ atau pengadaan rating pada tiap pengajar setiap kali selesai mengajar.