Mengenal Sosok Al Khawarizmi, Bapak Aljabar dan Alogaritma Dalam Matematika

18

Tahukah kamu ilmuwan muslim yang berkontribusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat ini? Salah satunya adalah Al Khawarizmi, seorang ilmuwan muslim yang ahli di bidang matematika, astronomi, dan geografi. Nama asli beliau adalah Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi.

Ia lahir di Khawarizm, Uzbekistan pada tahun 194 H/780 M dan meninggal pada tahun 266 H/850 M di Bagdad. Ketika muda, ia bekerja di Bait Al-Hikmah di Bagdad dibawah kekhalifahan Al-Ma`mun. Di tempat tersebut ia bekerja dalam sebuah observatori yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Selain itu, Al Khawarizmi juga dipercaya memimpin perpustakaan milik Khalifah Al-Ma’mun.

Karya Al Khawarizmi yang pertama adalah Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr Wal Mugabala pada awal abad ke 9. Kitab tersebut telah diterjemahkan sebagian oleh Robert dari Chester dengan judul “Liber Agrebas et Almucabola”. Setelah itu Gerard dari Cremona pada abad ke 12 dengan judul “De Jebra et Almucabola”. Dari sini kita mengenal istilah Aljabar. Buku ini membahas solusi sistematik dan linear, dan notasi kuadrat. Penemuan inilah yang menjadikan Al Khawarizmi sebagai Bapak Aljabar.

Selain itu Al-Khawarizmi juga memperkenalkan angka-angka India dan metode-metode perhitungan India pada dunia Islam. Beliau memang banyak belajar dari sumber-sumber leteratur Hindia. Karya-karya Al-Khawarizmi mengenai ilmu hitung India dan tabel-tabel astronomi tertua tersebut telah diterjemahkan oleh Adelard dari Dath pada abad ke-12 M.

Cabang ilmu dalam matematika yang juga diperkenalkan oleh Al Khawarizmi seperti geometri, aritmatika, trigonometri dan lainnya yang popular dan masih digunakan sampai sekarang.

Al Khawarizmi juga berperan besar dalam bidang astronomi. Beliau termasuk memimpin tim astronom dibawah pengawasan khalifah Makmun dan berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Riset tersebut dilakukan di Sanjar dan Palymra. Selain itu Al Khawarizmi juga menyusun sebuah buku tentang perhitungan waktu berdasarkan bayang-bayang matahari.

Masih banyak kontribusi Al Khawarizmi dalam bidang matematika maupun bidang lainnya yang masih dipergunakan hingga sekarang. Sebagai generasi masa kini tentu sangat terbantu dengan penemuan-penemuan beliau. Untuk itu dengan perkembangan teknologi yang memudahkan kita mengakses informasi sudah kewajiban kita meneruskan pencapaian-pencapaian beliau dalam bidang keilmuan.