Mengenal Bukti Peninggalan Sejarah Peradaban Muslim di Eropa, Yuk!

16

Agama Islam pernah meraih masa kejayaannya di Eropa selama berabad – abad lamanya. Di benua Eropa, kekuasaan islam meninggalkan banyak catatan dalam sejarah.

Sejarah mencatat banyaknya masa kegemilangan dan warisan berharga, sekaligus beberapa noda hitam yang menyisakan kedukaan dan menjadi sebab runtuhnya peradaban Islam di Eropa. 

Berikut ini adalah beberapa peninggalan sejarah yang membuktikan kejayaan Islam di Eropa. Simak selengkapnya dibawah ini ya.

  • Istana Alhambra

Peninggalan yang pertama yaitu Istana Alhambra.

Istana ini terletak di salah satu kawasan di kota Granada, kawasan Andalusia, Spanyol.

Istana Alhambra adalah salah satu tempat wisata urutan kedua yang seringkali dikunjungi wisatawan Muslim ataupun non Muslim di Spanyol.

Istana Alhambra merupakan tempat tinggal petinggi Muslim di Spanyol pada abad ke-9 hingga 14 Masehi. Istana berwarna putih berdiri kokoh di puncak bukit di kota Granada. Istana Alhambra merupakan saksi kejayaan peradaban Islam. Saat itu, Islam menguasai semenanjung Iberia di Spanyol dan Portugal, mulai abad ke-9 hingga abad ke-14 M.

Alhambra berarti merah di dalam bahasa Arab, merupakan benteng hingga sampai akhir abad ke-9. Setelah tidak lagi digunakan sebagai benteng, Alhambra sempat tidak terurus hingga kembali direnovasi oleh Emir dinasti Nasrid, Mohammad Ben Al-Ahmar, Emirat Granada di pertengahan abad ke-13 M.

Kemudian, Sultan Granada, Yusuf I mengubah istana tersebut pada tahun 1333. Istana Alhambra adalah istana Islam terakhir yang dibangun oleh Emir muslim terakhir di Spanyol, di akhir kejayaan dinasti Nasrid.  Bangsa Moor, adalah bangsa keturunan Afrika dan Arab, pernah mengatakan kalau Istana Alhambra adalah mutiara di tengah Zamrud, karena warna putih yang berkilauan di Istana Alhambra.

Istana Alhambra pernah direbut oleh pasukan Kristen Spanyol di abad ke-15. Dan mereka menjadikannya sebagai istana mereka. Alhambra tetap menjadi acuan arsitektur agama Islam yang memiliki nilai sejarah berharga untuk kejayaan Islam. Komplek Istananya sendiri juga terdaftar dalam UNESCO World Heritage Site sejak tahun 1984.

Komplek Istana Alhambra terdiri dari 6 istana dikelilingi taman. Desain arsitekturnya sendiri memiliki khas Islam. Ditandai dengan gerbang melengkung serta kaligrafi Arab. Walau sejak jatuh ke tangan pasukan Kristen, beberapa bagian direnovasi ulang dengan gaya Renaissance.

  • Cordoba
Roman Bridge and Guadalquivir river, Great Mosque, Cordoba, Spain

Cordoba adalah salah satu kota yang menjadi saksi kunci peradaban Islam.

Mulai dari kejayaan perang hingga kejayaan pengetahuan.

Oleh karena itu, Cordoba dinamakan City of Lights.

Cordoba terletak di sebelah selatan Spanyol, Cordoba pernah menjadi Ibukota saat pemerintah Bani Umayah di Spanyol mula dari tahun 711 hingga 1039 M.

Dalam peninggalan sejarah Islam, Cordoba memiliki Mezquita Cathedral, tempat dimana dulunya adalah masjid yang dipakai umat Islam untuk beraktivitas. Sejarah dari gereja ini adalah pada tahun 600 M, Mezquita Cathedral adalah gereja dengan nama Katedral Saint Vincent. Ketika Islam berhasil mengambil alih Spanyol, gereja tersebut direkontruksi menjadi sebuah masjid.

Masjid Cordoba dibangun oleh Abdurrahman I pada tahun 787 M. Kemudian, Masjid tetap dipertahankan oleh penerusnya. Terdapat menara Torre de Alminar, dengan tinggi sekitar 93 meter di gerbang utamanya. Menara ini digunakan untuk muadzin melakukan adzan. Sekarang menara ini menjadi tempat untuk lonceng Baroque.

Cordoba juga menjadi saksi berkembangnya filsafat dan ilmu pengetahuan Islam. Islam hadir di Eropa di abad ke-9, saat pemerintahan Muhammad Ibn Abd Ar-Rahman. Ilmu filsafat berkembang saat Islam dipimpin oleh Al Hakam, generasi setelah Ibn Abd Rahman.

Dimana saat itu, Al Hakam mengeluarkan kebijakan untuk mengirimkan hasil karya ilmiah dari timur dalam jumlah besar, ke wilayah Andalusia.

Kebijakan ini menjadikan Cordoba pusat pengetahuan Islam terbesar di Eropa, sejajar dengan Baghdad. Beberapa tokoh filsafat Islam lahir dan memberikan banyak sekali ilm pengetahuan untuk penerusnya. Sebut saja, Ibnu Bajah, Abu Bakar Ibn Thufail, Ibnu Arabi, dan Ibnu Maimun, dan masih banyak lagi.

Perkembangan peradaban Islam di Andalusia, Spanyol di bidang Sains juga banyak menghasilkan ilmuwan hebat, yang penemuannya banyak digunakan dan dikembangkan di dunia timur maupun barat. 

Seperti Ibnu Sina yang ahli di bidang matematika dan ekologi. Kemudian ada Al-Kimmy dan Ibnu Saffat, keduanya ahli di bidang matematika dan teknik.

Selanjutnya ada di bidang fisika yaitu Ar-Razi. Ar-Razi merupakan ilmuwan Islam yang menciptakan dasar ilmu kimia dan berani menolak hasil – hasil yang tidak ilmiah. Razi juga menemukan rumusan klasifikasi tumbuhan, bintang, hingga numerial. Serta menghasilkan sejumlah substansi proses kimiawi.

Kedua Istana yang menjadi saksi kejayaan Islam juga terletak di Cordoba yaitu Istana Raja Az-Zahra dan Istana Alhambra. Menurut pakar sejarah dan tata kota, di Cordoba terdapat 700 masjid dan 300 tempat pemandian umum dengan arsitektur Islam yang indah dan megah.

  • Hagia Shopia

Museum Hagia Shopia menjadi saksi sejarah lainnya terhadap perkembangan peradaban Islam di benua Eropa.

Hagia Shopia dalam bahasa Turki memiliki arti kebijaksanaan yang suci.

Hagia Shopia menjadi landmark kota Istanbul selain Blue Mosque. Hagia Shopia adalah satu tempat yang harus dikunjungi bagi muslim yang sedang melakukan wisata religi ke Istanbul, Turki. 

Hagia Shopia menjadi warisan penting dunia Islam yang sudah berusia ribuan tahun. Hagia Shopia memiliki sejarah masa lalu panjang bagi dua agama, yakni Islam dan Kristen. Sejarah dua agama ini diabadikan dalam arsitektur yang terdapat di dalam museum dan masih dijaga sejak berabad – abad silam.

Hagia Shopia dulunya adalah gereja dengan arsitektur Kristen yang khas, sebelum diambil alih oleh Sultan Mehmed II atau Sultan Muhammad Al-Fatih 1453. Pengalihan Hagia Shopia bersamaan dengan berhasilnya pengambilan alih kota Konstantinopel oleh Pasukan Utsmaniyyah yang kala itu dipimpin oleh Sultah Al – Fatih. 

Saat diambil alih, Sultan Mehmed meminta merenovasi ulang dengan menambahkan arsitektur Islam ke dalam gereja tersebut, tanpa mengurangi arsitektur gereja yang sudah ada.

Dibelakang Museum Hagia Shopia, terdapat bangunan makam yang bisa dikunjungi tanpa tiket masuk. Berbaring para Sultan beserta keluarganya antara lain Sultan Murad III, Sultan Mehmed III, dan Sultan Selim serta keluarga kerajaan lainnya di makam ini.

Selain beberapa peninggalan sejarah di atas, ada pula yang lainnya seperti kota tua Medina Az Zahra di Spanyol, Jembatan tua Stari-Most di Bosnia dan Museum Louvre di Paris.