Mengenal Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden dari Kaum Disabilitas

17

Jika biasanya kita melihat orang-orang penting yang berada di lingkaran kepresidenan adalah mereka yang terbilang sempurna, baik secara fisik maupun kompetensi, maka kini tidak lagi. Di tahun 2019 ini, banyak sekali perubahan yang begitu membanggakan Indonesia. Salah satunya adalah dipercayakannya tampuk posisi penting dalam pemerintah kepada kaum disabilitas.

Jika sebelumnya kaum disabilitas mendapatkan porsi yang bahkan tidak terlihat sama sekali di mata publik, maka sekarang sangat berbeda. Kaum disabilitas bahkan mampu menduduki beberapa posisi penting yang akan membuat mereka semakin bangga pada diri mereka sendiri. Salah satu yang amat sangat membanggakan adalah terpilihnya Angkie Yudistia, seorang disabilitas tuna rungu yang dipercayakan Presiden Joko Widodo sebagai staf khusus presiden.

Angkie Yudistia dikenalkan kepada publik bersamaan dengan enam staf khusus lainnya yang juga dari kaum milenial. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Angkie adalah seorang sosio-preneur yang berprestasi.

Dengan menggunakan bahasa isyarat, Angkie memperkenalkan dirinya siang itu. “The one and only woman with disability, perempuan berkebutuhan khusus di tengah-tengah diberikan kesempatan terbaik oleh Bapak Presiden berdiri di sini menyuarakan 21 juta jiwa disabilitas di seluruh Indonesia,” sambungnya pada media.

Wanita berusia 32 tahun ini memang merupakan seorang socio-preneur yang aktif dalam menyuarakan kepentingan kaum disabilitas. Ia sendiri bahkan telah mengeluarkan buku yang berjudul ‘Tuna Rungu Tanpa Batas’. Ia berharap Indonesia akan semakin ramah pada kaum disabilitas ke depannya.

Hal lain yang sangat menarik dari ibu dua anak ini adalah gaya berpakaiannya yang sangat modis. Jika kebanyakan kaum disabilitas dipandang sebelah mata, maka tidak dengan Angkie. Kecantikan hatinya juga terpancar melalui tampilan fisiknya yang sangat menarik.

Meskipun tampak sempurna, namun bukan berarti Angkie tidak pernah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Ia justru selalu menjadi korban perundungan semasa remaja. Namun ia tidak menyerah begitu saja. Bentuk perundungan yang ia rasakan selama ini membuatnya bangkit untuk melakukan pembelaan diri melalui prestasi.

Ia kemudian membentuk Thisable Enterprise yang merupakan asosiasi sumber daya manusia bagi penyandang disabilitas maupun non disabilitas yang berdiri pada tahun 2011. Prestasinya sendiri telah diakui hingga ke luar negeri dengan disabetnya gelar Asia Women Marketer of the Year 2019 pada Asia Marketing Federation yang diadakan di Taipei, Taiwan. Ia juga berhasil mendapat penghargaan Ikon Prestasi Pancasila 2019 dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.