Mengangkat Citra Payung Tradisi di Mata Dunia

53

Mengusung tema Sepayung Daun, Festival Payung Indonesia 2019 akan di gelar di Kawasan Taman Wisata Candi Prambanan pada Jumat (6/9/2019) hingga Minggu (8/9/2019). Selain menampilkan pameran Payung Tradisi dari berbagai Negara, dalam Festival ini juga ditampilkan Pameran  Kuliner, Atraksi Seni Tari, Fashion Show Serta  Workshop Pembuatan Payung.

Heru Mataya selaku penanggung jawab event menjelaskan, selain berbagai koleksi Payung Tradisi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia pada kesempatan ini akan ditampilkan juga Payung-Payung Tradisi dari tetangga seperti Jepang, Thailand serta beberapa Negara lain. Hal ini dimaksudkan untuk melestarikan eksistensi  Payung Tradisi yang makin langka  peminatnya.

“Kita ini beda dengan negara tetangga. Kalau di luar negeri seperti China pemerintah melarang penggunaan Payung Pabrikan agar kerajinan payung tetap bertahan. Tetapi karena kita menganut kebijakan Pasar Bebas, akhirnya payung tradisi ini kalah bersaing dengan  payung buatan pabrik.“ ujar Heru kepada sejumlah wartawan di Komplek Taman Wisata Candi Prambanan Rabu (4/9/2019).

Dijelaskan Heru, event Festival Payung Indonesia 2019 ini dikemas sebagai sebuah Festival Seni  Rakyat dengan melibatkan puluhan seniman serta perajin payung local. Harapannya melalui Festival semacam ini, sentra-sentra kerajinan payung yang ada di Indonesia dapat terpromosikan kepada wisatawan. Selain itu melalui Festival ini diharapkan juga mampu menumbuh kembangkan potensi industry kerajinan rakyat disekitar objek wisata khususnya Taman Wisata Candi Prambanan.

Sementara itu, GM Unit Candi Prambanan Aryono Hendro M mengungkapkan bahwa dalam penyelenggaraan Festival Payung Indonesia ini, PT TWC memberikan dukungan penuh sejak mulai persiapan hingga pelaksanaan Festival. Hal tersebut dikarenakan  penyelenggaraan Festival itu terbukti mempunyai pengaruh yang cukup kuat dalam mempromosikan Taman Wisata Candi Prambanan kepada publik.

“Tahun lalu TWC mencoba menghias beberapa sudut di Kawasan Borobudur dan Prambanan  dengan hiasan-hiasan payung. Dampaknya ternyata luar biasa. Di berbagai medsos saya lihat, banyak akun yang memajang foto dengan latar belakang Candi Prambanan yang berhias Payung Warna-Warni. Karena itu, dengan penyelenggaraan Festiva l ini kami yakini dampaknya akan lebih besar lagi.“ ujar Aryono.

Ditambahkan Aryono, dukungan PT TWC tidak hanya sebatas pada penyelenggaraan Festival saja. Namun TWC juga memberikan dukungan penuh kepada perajin payung tradisi yang ada di wilayah  Jogjakarta dan Jawa Tengah. Hal itu karena keberadaan TWC selaku BUMN yang punya tugas untuk mendorong potensi masyarakat, terutama dalam hal pengembangan ekonomi. Festival Payung Indonesia, pertama kali diselenggarakan di Taman Balai Kambang Surakarta pada 2014 lalu. Festival ini kemudian menjadi agenda rutin tahunan dengan lokasi penyelenggaraan yang berpindah-pindah serta mengusung tema yang berbeda.  

Karena itu, selama penyelenggaraan Festival, Komplek Taman Wisata Candi Prambanan  berubah wajah dengan banyaknya Payung Warna-Warni yang menghiasi berbagai  sudut, mulai dari pintu  masuk kawasan sampai dengan gerbang Candi. Untuk menikmati  segala atraksi  kesenian Festival ini pengunjung tidak perlu dikenakan tiket tambahan, karena kegiatan ini diselenggarakan di ruang terbuka.