Menantu Jokowi Resmi Bertarung di Pilkada Medan 2020

74

Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution resmi mendaftar dalam Pilkada Medan 2020. Keseriusannya dalam kancah politik ditunjukkan dengan mendaftar sebagai Bakal Calon Wali Kota Medan 2020-2024 di bawah bendera Partai Gerindra.

Tepat pada hari Kamis, 16 Januari 2020, ia mendaftarkan diri di DPD Gerindra Sumut. Kehadirannya disambut baik oleh Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan.

“Keluarga, teman-teman semua, mohon doanya. Kita sama-sama melalui tahap pendaftaran, tinggal menunggu rekomendasinya. Kita doakan semoga Gerindra segera mengeluarkan rekomendasinya,” ujar Bobby.

Namun sayang, Gerindra sepertinya tidak memberikan lampu hijau pada menantu Jokowi tersebut. Bobby yang telah bertekad untuk maju di pilkada kali ini pun mencoba jalan melalui Partai Golkar. Ia pun akhirnya mengikuti fit and proper test di DPD Partai Golkar Sumatera Utara.

“Visi dan misi kita sampaikan bergerak berkolaborasi untuk membuat Kota Medan berhasil dengan berkah,” katanya. Tidak seperti Gerindra dan PDIP yang menolak Bobby Nasution, Partai Golkar tampaknya menyambutnya dengan tangan terbuka.

“Mas Bobby Nasution merupakan 10 nama bakal calon direkomendasi DPD Golkar dari hasil pleno,” jelas Sekretaris Tim Pilkada Sumut Partai Golkar, Sangkot Sirait.

Di lain pihak, Jokowi sebagai mertua tidak memberikan perlakukan khusus kepada sang menantu. Begitu pula kepada anaknya, Gibran yang juga ikut mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo 2020 nanti.

“Enggak (ikut kampanye Gibran dan Bobby), kerjaan banyak,” jawab Jokowi ketika ditanya mengenai keikutsertaannya dalam mengkampanyekan kedua anggota keluarganya tersebut.

Ketegasan Jokowi terlihat dari betapa sulitnya Gibran dan Bobby mencari sarana partai. “Cari partai kesulitan saya enggak bantu di situ, kalau enggak (dari) partai ya enggak maju, independen bisa saja, tapi bekerja (sebagai kepala daerah) apapun approval DPRD, yang itu ada fraksi-fraksi dari partai.”

“Jadi sekali lagi tidak ada namanya, pilihan rakyat siapapun kalau nggak dikehendaki rakyat ya enggak akan jadi, cari partai masih kesulitan itu pertama,” lanjutnya. “Ini kompetisi, pertandingan, bisa menang bisa kalah. Dan saya nggak akan kampanye,” tutupnya tegas.

Ia juga menepis isu tentang dibangunnya dinasti politik sehubungan dengan mencalonnya anak dan menantunya dalam pilkada. Ia menambahkan bahwa semua itu adalah keinginan kedua anaknya sendiri dan tidak ada komando dari sang ayah sama sekali. Ia hanya memberikan dukungan atas setiap kinerja yang dilakukan.