Melihat Sekularisasi pada Perspektif Modernitas

10

Modernitas adalah hasil dari sebuah proses rasionalisasi struktural yang membangun tingkatan rasionalitas yang tinggi ke dalam lembaga utama masyarakat. Rasionalisasi telah menghasilkan pegeserasn panjang antara orientasi tradisional dan orientasi modern. Perubahannya di sepanjang satu dimensi akan memperkuat atau mendorong perubahan di sepanjang dimensi yang lain.

Akan tetapi, para penulis tentang post-modernisme menunjuk pada akhir dari “cerita-cerita agung” seperti serita tentang “sejarah”, “kemajuan”, dan “kebenaran” serta berpandangan bahwa tidak ada lagi kerangka kebudayaan yang dapat menghasilkan integrasi dan solidaritas.

Setiap individu sekarang dikutuk ke dalam sebuah ketidakpastian dan kecemasan yang berlarut-larut dan menghalangi mereka untuk menemukan makna dalam kehidupan (John Scott, 2012). Dalam konteks ini, Erving Goffman mengungkapkan arti penting dari ritual dalam kehidupan sehari-hari.

Di sinilah Manning (dalam George Ritzer dan Douglas J. Goodman, 2004) menjabarkan salah satu peran yang dimainkan oleh ritual dalam kehidupan sehari-hari. Di mana bagi Erving Goffman, ritual adalah sesuatau yang esensial karena ia memelihara keyakinan kita akan hubungan sosial dasar.

Ritual memberi kesempatan kepada seseorang untuk menegaskan legitimasi posisinya dalam struktur sosial sambil mewajibkannya melakukan hal yang sama. Sehingga ritual diartikan sebagai mekanisme tempat berlangsungnya penegasan bawahan atas posisi atasan yang lebih tinggi.

Derajat ritual dalam masyarakat mencerminkan legitimasi struktur sosialnya, karena respek ritual yang diberikan pada individu juga merupakan tanda respek atas peran lain yang mereka inginkan. Pippa Noris dan Ronald Inglehart (2009), menyimpulkan bahwa ada tiga hal yang penting dari sekularisasi yang dilihat berdasarkan perspektif modernitas.

Yakni (1) publik dari hampir semua masyarakat industri maju, bergerak ke arah orientasi yang lebih sekuler; (2) karena kecenderungan-kecenderungan demografis dalam masyarakat-masyarakat yang lebih miskin di dunia secara keseluruhan sekarang ini terdapat lebih banyak orang dengan pandangan keagamaan tradisional dibanding sebelumnya;

Dan (3) kesenjangan yang makin lebar antara masyarakat yang sakral dan masyarakat yang sekular di seluruh dunia akan mempunyai konsekuensi-konsekuensi penting bagi politik dunia yang meningkatkan peran agama pada agenda internasional.