Masih Takut Mendaftarkan Anak ke Pesantren? Coba Simak Ulasan Berikut

20
Pesantren Gontor

Pesantren saat ini menjadi pilihan orangtua untuk menjadi tempat belajar anak. Bahkan beberapa anak ada yang meminta kepada orangtua untuk memasukkan dirinya ke dalam pondok pesantren. Nah untuk kalian yang belum tau apa itu pesantren, kira-kira apa yang ada di benak kalian ketika kalian mendengar kata ‘pesantren’? Belajar ilmu agama, hidup mandiri, jarang pulang, banyak hafalan, nggak bisa main gadget, dan beberapa celoteh lainnya.

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki fungsi untuk membangun sikap dan jiwa kepribadian yang positif dan kompetitif, membangun akhlak yang baik atau yang biasa disebut dengan akhlakul karimah, sehingga nantinya anak tak hanya memiliki ilmu pengetahuan saja akan tetapi juga memiliki akhlak yang mulia sesuai dengan harapan dari tujuan akhir pendidikan dan menjadi bekal di masa depannya nanti.

Selama ini kita selalu berpikiran yang tidak-tidak dengan sistem pendidikan yang ada di pesantren. Ada yang mengatakan bahwa pendidikan di pesantren hanya berpusat pada pendidikan agama saja bahkan sulit untuk bersosialisasi di kehidupan masyarakat nantinya. Sepertinya pemikiran seperti itu akan memutarbalikkan 180 derajat para alumni yang sudah lulus dari pesantren. Bagaimana tidak, dalam pesantren biasanya para santri (sebutan bagi orang yang belajar di pesantren) diajarkan beberapa sikap yang tentunya belum tentu di sekolah-sekolah luar ataupun lingkungan rumah mengajarkan sikap ini, diantaranya:

  • Mandiri

Di pesantren, para santri diajarkan untuk hidup mandiri dengan apa yang menjadi kewajibannya, seperti belajar, mengaji, mencuci baju, menyetrika baju, mengerjakan tugas dan PRnya, dan beberapa hal yang menjadi kewajibannya.

  • Berani

Pesantren mengajarkan para santrinya untuk memiliki sikap berani. Berani tampil di depan umum lewat kegiatan yang diadakan oleh pesantren, di mana setiap santri wajib mengikuti kegiatan ini. Kegiatan seperti pidato, qiraah, dan lainnya mengajarkan santri untuk memiliki sikap berani menunjukkan skill yang dimilikinya, sehingga ketika terjun di masyarakat ia memiliki skill yang bisa diunggulkan.

  • Disiplin

Di pesantren semua kegiatan sudah terjadwal dengan baik dan rapi, sehingga tak ada satu pun waktu yang terbuang percuma dan sia-sia. Tiap detik, menit, jam digunakan untuk kegiatan positif seperti belajar, mengembangkan skill, dan lainnya. Sehingga tak perlu diragukan lagi ketika keluar dari pesantren, kebanyakan beberapa anak sudah pandai memanage waktu dengan baik.

  • Prihatin

Di pesantren, para santri diajarkan untuk berbagi dan hidup prihatin. Sehingga ketika ada santri yang merasakan kekurangan dan kesusahan mereka akan saling memberi dan berbagi.

  • Bertanggungjawab

Segala hal di pesantren itu ada tanggungjawabnya, bagi para santri yang melanggar kewajiban yang harus dikerjakan maka ia harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Nah itu tadi, beberapa sikap yang tentunya menjadi ciri khas pendidikan yang ada di pesantren yang nantinya menjadi peluang untuk membentuk pribadi yang berakhlakul karimah. Dari sini masih takut untuk memasukkan anak ke pesantren? Coba lihat hasil akhirnya.