Maria Sharapova, Petenis Rusia Pernah Terjerat Kasus Doping

12

Moskwa, 27 Februari 2020 – Petenis wanita asal Rusia bernama Maria Sharapova memang cukup dikenal dalam dunia tenis. Bukan hanya karena kehebatannya saja namanya terkenal, namun juga karena pernah terjerat kasus doping pada 2016 lalu. Hal ini menyebabkan petenis yang lahir tahun 1987 di Nyagan ini tak lulus tes doping untuk mengikuti turnamen Australia Open musim 2016.

Penggunaan obat terlarang memang menjadi syarat tidak diterimanya seseorang bergabung dalam turnamen. Bagi atlet yang terbukti menggunakan obat terlarang dalam meningkatkan performanya maka tidka bisa mengikuti perlombaan. Hal ini tentu akan merugikan bagi atlet yang telah berusaha tetapi tetap saja menggunakan obat yang dilarang dalam dunia olahraga profesional.

Saat itu, Sharapova diketahui positif memakai obat doping Meldonium mulai Januari 2016. Karena masalah ini, dia kemudian dijatuhi hukuman larangan bergabung dalam turnamen selama dua tahun oleh ITF Federasi Tenis Internasional.

Kasus ini memang cukup merugikan Sharapova, bahkan sampai Rp 18,6 triliun disamping larangan bertanding. Kerugian yang banyak ini salah satu faktor karena pemutusan kerja sama dengan berbagai sponsor ternama.

Sharapova pun menanggapi berita tentang obat yang sudah tersebar luas. Sharapova menyampaikan bahwa ia tak tahu langsung mengenai obat yang diminumnya ialah obat doping. Sehingga selama 10 tahun, Sharapova yang mengalami riwayat diabetes turunan ini sudah mengonsumsi obat yang dikenal dengan nama Mildronate.

Sharapova menambahkan bahwa obat tersebut diperoleh dari seorang dokter khusus keluarganya. Beberapa hari lalu Sharapova baru mengetahui bahwa obat tersebut ialah Mildronate yang tercantum dalam surat ITF

Kemudian Sharapova juga mengatakan bahwa selama dia menjadi seorang petenis yang professional dia selalu bersikap jujur dan terbuka atas banyak hal. Bahkan dia sendiri membiarkan para penggemarnya tahu bagaimana keadaan dirinya sendiri. Dunia tenis ialah dunia Sharapova sejak dia masih  kecil dan hingga saat ini tenis adalah dunia yang dicintainya.

Obat doping tersebut sesuai yang disampaikan Sharapova bahwa ia bukan sengaja mengonsumsi obat tersebut. Karena seperti yang telah disebutkan bahwa sebelumnya dia sendiri tidak tahu obat yang diminumnya ialah obat Mildronate. Apalagi saat itu Midronate digunakan untuk menangani penyakit diabetes yang dideritanya.

Obat tersebut juga bukan dibeli sendiri namun dia meminumnya sesuai anjuran dokter khusus keluarga mereka, jadi sejauh ini meskipun Sharapova diberi hukuman larangan bertanding, tetap saja penggunaan obat terlarang tak sepenuhnya kesalahan Sharapova.

Dunia tenis ialah dunia yang dicintai oleh Sharapova, sehingga meskipun larangan bermain harus ditanggungnya, dia harus percaya bahwa suatu hari dia bisa bergabung kembali dalam dunia tenis.