Mari Mengenal Gerkatin: Organisasi Tunarungu Nasional Indonesia

12

Gerkatin atau Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia atau yang disebut juga dengan Indonesia Assosiation for Walfare of the Deaf (IAWD) dideklarasikan pada Kongres Nasional I di Jakarta tanggal 23 Februari 1981 sebagai wadah organisasi yang bergerak untuk kesejahteraan para difabel tuli Indonesia. Berbagai kegiatan berkaitan tentang kepedulian terhadap para penyandang tunarungu diwadahi oleh organisasi ini. Kantor pusatnya beralamat di Jalan Ranco Indah Dalam Nomor 47 RT 005 RW 006 Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Situs resminya adalah www.gerkatin.org

Sebelum Gerkatin dideklarasikan sebagai wadah nasional untuk para difabel tuli, telah ada banyak organisasi-organisasi daerah yang membentuk organisasi peduli tuna rungu. Misalnya, Sekatubi, yaitu Serikat Kaum Tuli Bisu Indonesia di Bandung, Pekatur yaitu Persatuan Tunarungu Surabaya, Pertri, kepanjangan dari Perhimpunan Tunarungu Indonesia di Yogyakarta, dan Gerkatin atau Gerakan Kaum Tunarungu Indonesia di Bandung.

Saat ini Gerkatin sudah memiliki 28 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) dan 69 DPC (Dewan Pimpinan Cabang) yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, Gerkatin juga mempunyai para interpreter bahasa isyarat untuk berbagai acara yang diselenggarakan, agar memudahkan para penyandang kekurangan pendengaran ini.

Gerkatin memiliki beberapa fungsi. Seperti, fungsi penengah, yaitu gerkatin menjadi jembatan atau perantara antara tunarungu dengan berbagai kemitraan. Fungsi sosialisasi, Gerkatin berupaya meningkatkan kepedulian dan kesadaran publik tentang arti tunarungu. Fungsi perlindungan, artinya Gerkatin memberikan perlindungan dan advokasi hak-hak para penyandang difabel tuli di Indonesia. Terakhir, sebagai pemberdayaan, maksudnya Gerkatin memberdayakan penyandang tunarungu agar dapat turut serta sebagai pelaku pembangunan bangsa dan negara.

Diharapkan dengan hadirnya Gerkatin akan memberikan angin baru yang memberikan semangat kuat dan tekad yang kokoh bagi para difabel tuli untuk semakin percaya diri tidak merasa putus asa dengan kondisi fisik mereka.

Saat ini, kaum difabel termasuk penyandang tunarungu bahu membahu saling menyemangati satu sama lain agar memperoleh kesetaraan hak sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Adanya Gerkatin dicita-citakan akan menjadi batu loncatan bagi mereka untuk hidup lebih baik dan bersemangat menjalankan kehidupannya.