Maraknya Body Shaming, Sesama Perempuan Kok Saling Hina?

82

“Jerawat lo banyak amat, pernah cuci muka gak sih?”
“Ih, punya badan kok kayak gentong.”
“Itu rambut apa sarang tawon? Kok kembang amat.”
“Kulit lo hitam amat sih, masih nampak gak kalau mati lampu?”
“Punya badan kok kayak lidi.”

Pernah dengar kalimat-kalimat gitu gak? Harus diakui jika kalimat-kalimat tersebut telah terdengar umum untuk kita. Coba deh ingat-ingat, jangan-jangan tanpa sengaja kamu juga pernah ngucapin kalimat tersebut kepada teman kamu. Atau kalimat tersebut pernah ditujukan ke kamu? Gimana rasanya? Sakit hati? Minder? Gak percaya diri?

Standar Cantik

Sadar gak sih kalau masyarakat telah membuat standar cantik tersendiri? Mirisnya definisi cantik yang telah terdoktrin di masyarakat seakan tidak dapat diganggu gugat yang ujung-ujungnya malah menjurus ke penghinaan fisik (body shaming). Seolah perempuan yang tidak memenuhi definisi cantik tersebut sudah melakukan dosa.Tentu kamu pernah dengar akan adanya hukuman sosial bagi pelanggar norma. Lantas, apakah standar cantik merupakan suatu norma sehingga para perempuan yang tidak dapat memenuhinya harus dikucilkan di lingkungan sosialnya?

  • Perempuan Menghina Perempuan

Anehnya yang paling sering mengomentari fisik adalah sesama perempuan. Padahal sebagai perempuan harusnya sudah mengetahui bahwa perempuan lebih sensitif jika disinggung mengenai fisik. Bahkan ketika tindakan mengomentari fisik telah dimulai, biasanya akan saling berlanjut balas membalas. Miris bukan? Bukankah ketika kamu sebagai perempuan sudah merasakan sakitnya body shaming harusnya tidak melakukan tindakan yang serupa ke perempuan yang lain?

  • Memperlayakkan Fisik

Body shaming telah membuat perempuan seolah tidak memiliki tubuh mereka sendiri. Maraknya body shaming membuat para perempuan mencoba “menciptakan” fisik yang disukai masyarakat. Bukannya memperlayakkan diri sebagaimana adanya untuk merawat dan memelihara apa yang telah diberikan oleh Sang Maha Kuasa, malah memperlayakkan diri untuk dipuja masyarakat.

  • Topik Bukan Hanya Soal Fisik

Memang benar fisik adalah hal yang pertama kali dapat dilihat. Namun apa topik pembicaraan hanya berputar-putar soal fisik saja? Padahal masih banyak sekali topik yang dapat dibicarakan selain fisik. Bahkan seringkali ketika berjumpa kita langsung menyinggung fisik dan mengesampingkan bertanya bagaimana kabarnya. Yang paling miris, prestasi seakan tenggelam jika standar cantik tidak dapat dipenuhi.

Pemerintah telah mengeluarkan sanksi bagi para pelaku body shaming dalam UU ITE pasal 27 ayat 3 yang isinya menerangkan bahwa para pelaku dapat dipidana selama 4 tahun dan denda paling banyak 750 juta. Sebenarnya bukan masalah beratnya hukumannya namun lebih ke nurani sebagai manusia. Intinya adalah ketika melakukan suatu tindakan ke seseorang, terlebih dahulu cobalah bayangkan jika hal itu terjadi pada diri sendiri.            

Bagaimana perasaan kamu jika fisik kamu dikomentari? Lagi pula, semua manusia adalah ciptaan Sang Maha Kuasa. Jika kamu menghina manusia, kamu juga sudah menghina Sang Pencipta, loh!