Makanan dan Minuman Pemicu Epilepsi Kambuh

13

Epilepsi adalah salah satu penyakit neurologi yang dapat menyerang siapa pun. Di Indonesia sendiri, epilepsi lebih dikenal dengan sebutan “ayan” atau “sawan”. Bagi mereka pengidap epilepsi, disebut sebagai ODE (orang dengan epilepsi). Menurut dr. Irawaty Hawari, SpS, menyebutkan bahwa dari 237,6 juta penduduk di Indonesia, sekitar 1,1-8,8 juta mengidap epilepsi.

Ada dua hal yang dapat menyebabkan seseorang mengidap epilepsi, yaitu :

  • Gangguan perkembangan otak yang dapat terjadi sebelum lahir, pada saat persalinan (anak lahir kekurangan oksigen), maupun setelah lahir;
  • Keadaan-keadaan yang menyebabkan kerusakan jaringan otak, seperti trauma kepala, pendaraham, tumor, infeksi otak (ensefalitis), atau infeksi selaput otak (meningitis).

Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan epilepsi kambuh, seperti kurang tidur, stress fisik dan emosi, kadar OAE yang rendah dalam darah, ataupun cahaya yang berkedap-kedip. Selain itu, adapula makanan dan minuman yang dapat memicu epilepsi kambuh. Berikut makanan dan minuman yang harus dihindari:

  • Makanan dan Minuman Sumber Karbohidrat Olahan

Pada dasarnya, sebagian pengidap epilepsi memiliki kadar gula yang naik-turun, sehingga dapat menimbulkan kejang. Maka dari itu, penting sekali untuk menjaga gula darah pada penderita epilepsi. Salah satu caranya adalah dengan mengontrol asupan karbohidrat. Sebab, menurut forum Diskusi Epilepsy Foundation, makanan berkadar gula tinggi dapat mengakibatkan risiko epilepsi lebih sering.

Hindarilah makanan dan minuman dengan indeks glikemik tinggi karena dapat meningkatkan kadar gula. Adapun contoh makanan dan minuman dengan indeks glikemik tinggi, yaitu minuman manis, minuman ringan (soft drink), roti putih, nasi putih, kue, cokelat, dan lain sebagainya.

  • Makanan dengan MSG

MSG atau monosodium glutamat adalah rasa kelima yang dapat dirasakan oleh indera manusia selain manis, asin, pahit, dan asam. Sudah sejak lama MSG menjadi bahan utama bagi masakan Asia, terutama Tiongkok. Bagi sebagian orang, MSG memiliki dampak negatif, seperti tubuh menjadi lemas, kulit menjadi merah, berkeringat, nyeri dada, dan lain-lain.

Bahkan, menurut penelitian yang dikeluarkan oleh Neuroscience Letters, kelebihan MSG pada tikus dapat menyebabkan epilepsi. Walaupun penelitian tersebut dilakukan pada hewan, tak ada salahnya untuk para penderita epilepsi menghindari makanan yang mengandung MSG.

  • Makanan Laut (Seafood)

Seafood adalah makanan mewah nan nikmat, tetapi tak jarang yang dapat makanan olahan laut ini. Sebab, bagi sebagian orang, seafood dapat menyebabkan alergi gatal. Tak hanya itu, seafood juga dapat menyebabkan sakit kepala. Bagi penderita epilepsi, seafood sangat tidak dianjurkan untuk dimakan karena jika terjadi sakit kepala, bisa menimbulkan gangguan fungsi saraf dan mengakibatkan kejang-kejang.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, masih menganggap epilepsi adalah penyakit kutukan dari Tuhan, pengaruh roh jahat, dan lain-lain sehingga menimbulkan stigma negatif kepada para ODE. Padahal gejala utama pada epilepsi adalah kejang. Kejang sendiri adalah suatu gangguan yang terjadi di otak.

Itulah beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari oleh orang dengan epilepsi (ODE). Bagi kalian yang ingin mengetahui tentang penyakit epilepsi lebih lanjut, silakan menghubungi Yayasan Epilepsi Indonesia. Mari ciptakan kehidupan yang baik untuk para ODE, supaya mereka dapat menjalani kehidupan yang normal dan keluar dari stigma-stigma negatif yang ada.