Kumpulan Quotes tentang Hidup dari Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer

364

Bumi Manusia adalah satu dari banyak karya luar biasa oleh seniman Pramoedya Ananta Toer. Buku ini adalah karya pertama dari Tetralogi Buru yang terbit pada tahun 1980 oleh Penerbit Hasta Mitra.

Bumi Manusia menceritakan tentang rangkaian peristiwa yang terjadi pada tahun 1898 – 1918, merupakan buku yang menjadi catatan pemikiran politik etis dan awal masa Kebangkitan Nasional.

Dalam buku ini, tokoh pertama bernama Minke, yaitu pemuda cerdas yang pandai menulis dan berhasil masuk ke sekolah HBS yang merupakan sekolah orang-orang keturunan Eropa. Minke adalah sosok pemberani, pejuang, dan revolusioner bagi bangsa ini.

Goodreads

Untuk lebih memahaminya, jika anda belum membaca bukunya, inilah quotes paling hidup dan berarti dalam novel Bumi Manusia.

  1. “Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  2. “Kau terpelajar, cobalah bersetia pada kata hati.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  3. “Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai. (Nyai Ontosoroh)”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  4. “Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  5. “Cerita tentang kesenangan selalu tidak menarik. Itu bukan cerita tentang manusia dan kehidupannya , tapi tentang surga, dan jelas tidak terjadi di atas bumi kita ini”.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  6. “Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  7. “At the beginning of all growth, everything imitates.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, This Earth of Mankind
  8. “Painting is literature in colors. Literature is painting in language.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  9. “The fracture of pencil still useful, but the fracture of soul,
    we couldn’t use it, Mister.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  10. “Hidup dapat memberikan segala pada barang siapa tahu dan pandai menerima.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  11. “Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  12. “Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  13. “Pity is the feeling of well-intentioned people who are unable to act.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  14. “Life can give everything to whoever tries to understand and is willing to receive new knowledge.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  15. “Juga jangan jadi kriminil dalam percintaan-yang menaklukan wanita dengan gemerincing ringgit, kilau harta dan pangkat. Lelaki belakangan ini adalah juga kriminil, sedang perempuan yang tertaklukan hanya pelacur.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  16. “Bagaimana bisa manusia hanya ditimbang dari surat-surat resmi belaka, dan tidak dari wujudnya sebagai manusia?”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  17. “Mas, kan kita pernah berbahagia bersama ?”
    “Tentu, Ann.”
    “Kenangkan kebahagiaan itu saja, ya Mas, jangan yang lain.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  18. “If people don’t recognize such limits, God will make them realize His own way”
    ― Pramoedya Ananta Toer, The Earth of Mankind
  19. “Kau harus berterima kasih pada segala yang memberimu kehidupan, sekali pun dia hanya seekor kuda.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  20. “Manusia yang wajar mesti punya sahabat, persahabatan tanpa pamrih. Tanpa sahabat hidup akan terlalu sunyi.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  21. “Dia telah tinggalkan aku, entah untuk sementara entah tidak.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  22. “Cinta itu indah, Minke, juga kebinasaan yang mungkin membututinya. Orang harus berani menghadapi akibatnya.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  23. “Aku lebih mempercayai ilmu pengetahuan, akal. Setidak-tidaknya padanya ada kepastian-kepastian yang bisa dipegang.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  24. “Perempuan ini memang berpikiran cepat dan tajam, langsung dapat mengetahui apa yang hidup di dalam dada. Barangkali di situ letak kekuatannya yang mencekam orang dalam genggamannya, dan mampu pula mensihir orang dari kejauhan. Apalagi dari dekat.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  25. “Mengapa aku ceritakan ini padamu, Ann? Karena aku tak ingin melihat anakku mengulangi pengalaman terkutuk itu. Kau harus kawin secara wajar. Kawin dengan seseorang yang kau sukai dengan semau sendiri. Kau anakku, kau tidak boleh diperlakukan seperti hewan semacam itu. Anakku tak boleh dijual oleh siapa pun dengan harga berapa pun. Mama yang menjaga agar yang demikian takkan terjadi atas dirimu. Aku akan berkelahi untuk harga diri anakku. Ibuku dulu tak mampu mempertahankan aku, maka dia tidak patut jadi ibukku. Bapakku menjual aku sebagai anak kuda, dia pun tidak patut jadi bapakku. Aku tak punya orang tua.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  26. “Apa guna belajar ilmu dan pengetahuan Eropa, bergaul dengan orang-orang Eropa, kalau akhirnya toh harus merangkak, beringsut seperti keong dan menyembah seorang raja kecil yang barang kali buta huruf pula! God, God! Menghadap bupati sama dengan bersiap menampung penghinaan tanpa boleh membela diri. Tak pernah aku memaksa orang lai berbuat semacam itu terhadapku. Mengapa harus kulakukan untuk orang lain? Sambar gledek!”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  27. “Lagi pula tak ada cinta muncul mendadak, karena dia adalah anak kebudayaan, bukan batu dari langit.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  28. “Kan baik belum tentu benar juga belum tentu tepat. Malah bisa salah pada waktu dan tempat yang tidak cocok.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  29. “Karena itu, Ann, kau harus kuat. Kalau tidak, orang akan sangat mudah jadi permainan, dan terus dipermainkan oleh orang-orang semacam dia itu.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia
  30. “Cinta ini indah, Minke, terlalu indah, yang bisa didapatkan dalam hidup manusia yang pendek ini.”
    ― Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

Nah, itulah beberapa kutipan indah dari buku Bumi Manusia. Sebuah buku yang menjadi sejarah penting bagi sastra Indonesia. Buku Bumi Manusia pun telah diterbitkan dalam 33 bahasa asing.