KPK Selidiki Mantan Menteri BUMN Dalam Kasus BLBI

8

KPK terus menerus melakukan tugasnya, salah satunya adalah dengan melakukan pengusutan terhadap kasus BLBI. Komisi pemberantasan korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap mantan menteri BUMN yaitu Laksamana Sukardi yang juga menjabat sebagai kepala koordinasi penanaman modal tersebut. Ia akan di periksa mengenai kasus korupsi dari penerbitan surat SKL (surat keterangan lunas) BLBI terhadap BDNI. Ketiga orang ini akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang bernama SJN (Sjamsul Nursalim) yakni pada hari Rabu (10/7/2019).

Tim penyelidik juga kini akan melakukan pemeriksaan terhadap Ketua BPPN yaitu Glenn Muhammad Surya Yusuf, PNS Edwin Abdullah. Selain itu pihak swasta yang bernama Farid Hardianto juga akan di selidiki dengan bukti yang diterima tersangka yaitu Sjamsul Nursalim.  KPK telah menetapkan bahwa Sjamsul Nursalim sebagai tersangka dari kasus korupsi penerbitan SKL BLBI.

“Penyidik belum menerima pemberitahuan siapa yang telah ditunjuk dan diberikan surat kuasa khusus oleh SJN dan ITN dalam perkara ini,” ucap Febri.

Di tegaskan oleh febri bahwa kasus korupsi yang di lakukan tersangka telah merugikan negara. Dengan jumlah uang sekitar 4,58 miliar dan akan di proses sesuai hukum yang berlaku. Sjamsul nursalim dan juga istrinya telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi SKL dan BLBI. Suami istri yang saat ini berada dan tinggal di singapura itu dijerat sesuai dengan hukum yang berlalu pada Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Walaupun pihak komisi pemberantasan korupsi telah memanggil pasangan suami istri tersebut. Mereka tetap menolak dan mangkir tanpa alasan pada, Jumat (28/06) lalu. Samsul yang merupakan bos dari PT gajah yang memiliki anak usaha seperti PT Softex Indonesia, PT Filamendo Sakti, dan PT Dipasena Citra Darmadja.

Tak hanya perusahaan itu saja Sjamsul juga mempunyai dan berkuasa dengan saham Polychem Indonesia yang sebelumnya memiliki nama GT Petrochem.  Sjamsul juga ternyata memiliki beberapa usaha ritel yang telah menaungi perusahaan merek ternama dan terkenal di antaranya seperti Sogo, Zara, Sport Station, Starbucks, hingga Burger King.