Korea Selatan Siaga Level Merah Terhadap Virus Corona

29

Seoul, 23 Februari 2020 – Kewaspadaan akan virus corona yang terus menyebar membuat Pemerintah Korea Selatan meningkatkan tingkat siaga sampai tingkat tertinggi. Hal ini sejalan dengan keputusan Moon Jae-in, Presiden Korea Selatan karena korban virus corona termasuk yang meninggal dunia semakin meningkat.

Sesuai data yang diperoleh, sampai hari ini Minggu, 23 Februari 2020 sebanyak 602   orang warga Korea Selatan terinfeksi virus corona dengan status positif. Hal ini bisa dilihat sudah ada 5 orang yang meninggal dunia akibat virus corona mulai Rabu kemarin. Kondisi ini tentunya membuat pemerintah Korea Selatan akan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan dari virus corona di negerinya.

Presiden Korea Selatan menyebutkan bahwa sistem respon akan diperkuat oleh pemerintah. Caranya dengan meningkatkan status siaga ke level merah atau siaga satu. Pemerintah juga harus bekerja sama antar lembaga dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Langkah tegas pun diambil oleh pemerintah yaitu dengan memberhentikan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah  untuk sementara.

Peningkatan status waspada virus di Korea Selatan ini adalah pertama kalinya setelah melawan virus flu babi dalam beberapa tahun lalu. Kini dengan hadirnya virus corona, tingkat siaga pun terus ditingkatkan.

Presiden Moon setuju jika pemerintah ingin mengambil langkah tegas terkait virus corona, meskipun langkah tersebut belum pernah diterapkan untuk melawan berbagai virus sebelum masuknya virus corona. Penyampaian hal ini juga berkaitan dengan sekte Kristen, Shincheonji yang berlokasi di Daegu. Alasan sekte tersebut sebagai pusat infeksi karena dalam beberapa hari ini banyak anggota sekte Kristen terinfeksi virus corona.

Otoritas kesehatan diizinkan oleh Presiden Moon  untuk mengambil langkah tegas pada sekte Kristen tersebut. Misalnya kegiatan anggota sekte dibatasi dan fasilitas ditutup secara nasional guna menjaga keselamatan warga Korea Selatan. Presiden Moon tidak bermaksud membatasi kebebasan beragama, namun hal ini dilakukan semata-mata untuk menjaga kesehatan dan keselamatan semua warga negara Korea Selatan.

Bahkan saat ini sudah ada zona yang ditetapkan membutuhkan perawatan khusus, termasuk di Daegu dan kawasan Gyeongsang Utara. Kemampuan negara difokuskan untuk kawasan krisis ini. Presiden Moon juga meminta kepada anggota sekte Kristen untuk menahan diri mereka agar tidak terlibat dalam berbagai acara yang dihadiri banyak orang.

Presiden Moon sangat mengharapkan supaya pemerintah bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk mencegah penyebaran virus corona. Sangat dibutuhkan kerja sama, kepercayaan dan kontribusi dari berbagai pihak, bukan saja dari pemerintah namun seluruh masyarakat Korea Selatan.