Kopi Ijo Tulungagung yang Jadi Primadona Pecinta Kopi

68

Bagi kamu para pecinta kopi, tentunya sudah mencoba semua jenis kopi bukan ? Iya tiap daerah menyajikan jenis kopi yang berbeda seperti kopi luwak, kopi Toraja, kopi Wamena dan masih banyak lagi. Kopi merupakan minuman seduhan yang berasal dari biji kopi yang kemudian dihaluskan menjadi bubuk dan diseduh dengan air panas.

Cita rasa kopi tiap daerah memiliki rasa yang berbeda di tiap dearah. Jadi nggak semua kopi rasanya sama ya sahabat dori. Indonesia salah satu negara yang memiliki hasil bumi berupa kopi ini memiliki banyak ragam dan jenis macamnya. Daerah yang dikenal dengan produksi kopi adalah pulau Jawa dan Sumatera.

Untuk kamu para pecinta kopi yang saat ini sedang melancong ke pulau Jawa tepatnya didaerah Tulungagung atau bumi marmer, kalian bisa mampir ke kedai atau warung kopi. Kopi yang disediakan pun jarang ditemui di beberapa daerah. Penasaran kan kaya apa sih kopinya kota Tulungagung.

Tulungagung selain dikenal dengan bumi marmer dan kota pariwisata dengan memiliki aneka ragam pantai yang keren dan eksotis banget ini ternyata punya keistimewaan yang lain. Iya, Tulungagung punya kopi yang khas, namanya kopi ijo. Kopi ijo ? Apakah kopinya berwarna hijau bukan lagi hitam ? Pasti itu dibenak kalian yang baru saja mendengar nama kopi yang satu ini.

Kopi ijo merupakan kopi yang berwarna hijau kehitam-hitaman ketika akan dituang di dalam gelas. Lho kok bisa ? Iya bisalah, eitss tapi kalian jangan negatif thinking dulu. Hijaunya kopi itu bukan berasal dari campuran pewarna. Akan tetapi, hal itu berasal dari proses pengolahannya.

Proses pengolahan kopi ijo tak jauh berbeda dengan pengolahan kopi lainnya. Dalam prosesnya kopi hijau ini dijemur terlebih dahulu kemudian disangrai dengan wajan yang terbuat dari tanah liat dan diolah dengan bahan bakar kayu bakar. Untuk mempertahankan dan memperoleh cita rasa yang khas dari kopi ijo, tidak sembarang orang bisa lho melakukannya.

Dibutuhkan orang yang ulet untuk menjaga kestabilan dari suhu kopi sehingga dapat matang dan merata secara sempurna. Setelah melalui proses sangrai kopi ijo baru digiling dengan mesin. Itu tadi rahasia kenapa dinamakan kopi ijo dan prosesnya. Keunikan kopi ijo tak berhenti disitu saja.

Kebiasaan yang lain dari kopi ijo adalah kebiasaan nyete-nya. Nyete merupakan kebiasaan orang Tulungagung saat menikmati kopi ijo. Buat kalian yang belum paham dan bertanya apa itu nyete, saya akan coba menjelaskan. Nyete adalah seni melukis di lintingan bungkus rokok dengan sisa endapan ampas kopi ijo.

Wah seru juga nih kayanya dan ini mungkin merupakan kebiasaan yang jarang atau bahkan belum pernah kita temui bukan ? Jadi buat kamu yang pengen nyoba kopi sambil nyete, yuk coba mampir ke Tulungagung atau kamu bisa juga pesan kopi ijo dengan sistem online.

Kopi ijo sekarang pun dikemas dan dijual dengan bentuk sachet dan biasanya dijadikan buah tangan bagi para pelancong yang datang dari luar kota Tulungagung. Biasanya kopi ijo dijual dengan kisaran harga yang pastinya nggak menguras kantong.