Kontrakan Raja Keraton Agung Sejagat Mulai Dikosongkan

14

Yogyakarta 18 Januari 2020 Ada mobil pick up dengan warna hitam terlihat memasuki halaman rumah kontrakan Raja Keraton Agung Sejagat pada hari ini. Rumah yang dikontrak oleh Toto Santoso Hadiningrat, Raja Keraton Agung Sejagat berada di Dusun Ngabangan,  Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean,Kota Yogyakarta.

Mobil pick up itu ditumpangi oleh dua orang laki-laki dan akan melakukan pengosongan pada barang-barang milik Toto Santoso. Turun dari mobil, dua laki-laki itu kemudian mulai memasuki rumah dan mengangkut barang-barang yang dimiliki Toto Santoso  beserta keluarganya untuk segera dipindahkan dari rumah itu.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan warga setempat. Kondisi saat ini  yakni, dengan tertangkapnya Raja dan juga Ratu Keraton Agung Sejagat, maka munculah kesepakatan dengan warna bahwa rumah kontrakan tersebut harus segera dikosongkan. Kesepakatan mengenai batas waktunya adalah paling lambat hari Minggu esok hari.

Puluhan barang yang sudah dikemas dan memenuhi mobil pick up tersebut antara lain perkakas rumah tangga, pakaian serta simbol kerajaan. Simbol-simbol kerajaan itu sebelumnya berada di sebelah rumah kontrakan tersebut dan juga dikemasi ke dalam pick up.

Berdasarkan keterangan dari Supar, salah satu anggota Linmas di Desa Sidoluhur, barang-barang yang sudah diangkut tersebut akan dievakuasi ke rumah anggota yang terletak di wilayah Seyegan dan juga Godean. Sedangkan menurut keterangan Kartijo, tetangga Toto Santoso, orang yang telah  memindahkan barang dari rumah kontrakan Toto Santoso tersebut merupakan anggota bagian dari Keraton Agung Sejagat.

Kartijo mengetahui bahwa mereka termasuk anggota dari Keraton Agung Sejagat, dikarenakan setiap hari mereka datang ke rumah kontrakan itu. Lalu selang waktu 30 menit kemudian, ada satu mobil pick up yang datang lagi. Mobil ini mengangkut sisa barang-barang yang sudah disiapkan di teras rumah kontrakan tersebut.

Ada dua orang perempuan penjaga rumah yang terlihat keluar masuk membantu mengemas barang di rumah kontrakan itu. Namun dua orang perempuan ini enggan berkomentar ketika ditanya oleh wartawan. Sopir mobil pick up pun juga bersikap demikian. Tidak ada yang mau memberikan komentar terkait pengangkutan barang tersebut.

Sejak muncul di berbagai media, rumah kontrakan ini langsung menjadi perhatian warga. Banyak warga yang berdatangan hanya untuk melihat lokasi rumah kontrakan ini dengan mengabadikannya dengan ponsel. Ini dikarenakan Toto Santoso Hadiningrat dan istrinya  mengaku menjadi penerus kerajaan Majapahit dan induk seluruh negara di dunia. Pengikutnya diklaim lebih dari 400 orang. Padahal rumah ini sudah ditempati sejak dua tahun yang lalu.